Menjaga kesehatan mata perlu dilakukan secara rutin agar fungsi penglihatan tetap baik dan risiko gangguan mata dapat dikurangi. Kebiasaan seperti mengonsumsi makanan bergizi, membatasi waktu menatap layar, menggunakan pelindung dari sinar ultraviolet, serta memeriksakan mata secara berkala dapat membantu menjaga kondisi mata. Langkah-langkah ini penting diterapkan oleh anak-anak maupun orang dewasa, baik saat bekerja, belajar, maupun beraktivitas di luar rumah.
Mata digunakan hampir sepanjang hari, tetapi keluhannya sering baru diperhatikan ketika penglihatan mulai kabur, terasa kering, gatal, atau perih. Padahal, sejumlah gangguan seperti katarak, glaukoma, dan degenerasi makula dapat berkembang secara bertahap. Karena itu, perawatan mata sebaiknya menjadi bagian dari pola hidup sehat, bukan hanya dilakukan ketika muncul masalah.
10 Kebiasaan untuk Menjaga Kesehatan Mata
Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat membantu mempertahankan fungsi penglihatan. Bio Farma melalui artikel 7 Tips untuk Menjaga Kesehatan Mata menyarankan pemeriksaan berkala, pemenuhan nutrisi, pembatasan waktu menatap layar, perlindungan dari sinar ultraviolet, menghindari rokok, menjaga kebersihan riasan, serta berolahraga secara teratur.
Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari untuk menjaga kesehatan mata. Kebiasaan ini bukan pengganti pemeriksaan medis, tetapi dapat membantu mengurangi faktor risiko dan membuat mata lebih nyaman saat beraktivitas.
1. Periksa Mata Secara Berkala
Pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan meskipun penglihatan terasa normal. Beberapa gangguan, seperti glaukoma, katarak, dan degenerasi makula, dapat berkembang tanpa gejala yang langsung disadari. Pemeriksaan membantu dokter menemukan perubahan pada mata lebih awal sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi.
Jadwalkan pemeriksaan dengan dokter mata secara berkala. Bio Farma menyebutkan pemeriksaan minimal setiap dua tahun sekali bagi anak-anak dan orang dewasa, sedangkan orang berusia 40 tahun dianjurkan memeriksakan mata setiap tahun. Frekuensi pemeriksaan dapat disesuaikan dengan usia, riwayat kesehatan, dan rekomendasi dokter.
2. Konsumsi Makanan Bergizi untuk Kesehatan Mata
Asupan nutrisi ikut berperan dalam memelihara fungsi penglihatan. Vitamin A, C, dan E, lutein, selenium, serta omega-3 merupakan sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung kesehatan mata. Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari sayuran berdaun hijau, wortel, ikan, telur, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
Usahakan menyertakan beragam bahan makanan bergizi dalam menu harian, bukan hanya mengandalkan satu jenis makanan. Wortel, misalnya, merupakan salah satu sumber beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Sementara itu, ikan dan sayuran hijau menyediakan nutrisi lain yang mendukung pemeliharaan fungsi mata.
3. Terapkan Aturan 20-20-20 Saat Menggunakan Gawai
Menatap layar komputer, ponsel, atau tablet dalam waktu lama dapat membuat mata terasa lelah dan kering. Ketika berkonsentrasi pada layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip sehingga permukaan mata lebih mudah kehilangan kelembapan. Keluhan yang muncul dapat berupa pandangan kabur sementara, mata perih, sakit kepala, hingga ketegangan di area leher dan bahu.
Cara sederhana untuk mengurangi keluhan tersebut adalah menerapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. Biasakan juga berkedip secara teratur dan mengambil jeda dari pekerjaan di depan layar.
4. Lindungi Mata dari Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mata jika paparannya berlebihan. Dalam jangka panjang, paparan UV dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan seperti katarak dan degenerasi makula. Perlindungan mata diperlukan terutama ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Gunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan UVA dan UVB saat berada di bawah sinar matahari. Topi dengan bagian depan atau tepi yang lebar juga dapat membantu mengurangi paparan langsung. Pastikan kacamata yang dipilih benar-benar memiliki perlindungan UV, bukan sekadar lensa berwarna gelap.
5. Hindari Rokok
Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada paru-paru dan jantung, tetapi juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit mata. Sejumlah gangguan yang dikaitkan dengan rokok antara lain katarak, degenerasi makula terkait usia, serta kerusakan saraf optik yang dapat mengganggu penglihatan.
Berhenti merokok merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko tersebut. Bagi orang yang belum merokok, menghindari kebiasaan ini dapat membantu menjaga kesehatan mata sekaligus melindungi organ tubuh lainnya.
6. Jaga Kebersihan Mata dan Peralatan Rias
Tangan yang kotor dapat membawa kuman ketika menyentuh area mata. Kebiasaan mengucek mata juga berisiko menyebabkan iritasi, terutama jika dilakukan dengan tangan yang belum dibersihkan. Pengguna riasan mata perlu lebih memperhatikan kebersihan produk dan alat yang digunakan karena produk yang tidak dirawat dengan baik dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Cuci tangan sebelum menyentuh mata atau menggunakan lensa kontak. Bersihkan kuas dan alat rias secara teratur, hindari berbagi produk kosmetik dengan orang lain, serta buang riasan yang sudah berubah warna, bau, atau tekstur. Jika muncul kemerahan atau iritasi setelah memakai produk tertentu, hentikan penggunaannya dan konsultasikan keluhan kepada tenaga medis.
7. Lakukan Olahraga Secara Teratur
Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kondisi yang berhubungan dengan fungsi penglihatan. Olahraga teratur dapat membantu mengendalikan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap kesehatan mata.
Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin, misalnya berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau olahraga lain yang sesuai dengan kemampuan tubuh. Bio Farma menyarankan aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari sebagai salah satu kebiasaan untuk mendukung kesehatan tubuh dan mata.
8. Tidur dengan Waktu yang Cukup
Waktu tidur memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat setelah menjalani berbagai aktivitas. Kurang tidur dapat membuat mata terasa lelah, kering, atau tampak kemerahan. Kondisi ini bisa lebih terasa pada orang yang sepanjang hari bekerja di depan komputer atau menggunakan ponsel.
Atur jadwal tidur yang teratur dan hindari kebiasaan menggunakan gawai hingga larut malam. Jika mata terasa lelah setelah bekerja, berikan waktu istirahat dengan menjauh dari layar. Apabila keluhan tetap muncul meskipun waktu istirahat sudah cukup, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
9. Atur Pencahayaan dan Jarak Saat Membaca
Membaca atau bekerja di tempat dengan pencahayaan yang tidak sesuai dapat membuat mata lebih cepat terasa lelah. Ruangan yang terlalu gelap maupun cahaya yang menyilaukan dapat mengurangi kenyamanan ketika melihat tulisan atau layar. Jarak pandang yang terlalu dekat juga membuat mata terus bekerja untuk mempertahankan fokus.
Gunakan pencahayaan yang cukup dan hindari pantulan cahaya langsung pada layar. Saat memakai komputer, atur jarak monitor sekitar 50–70 cm dari mata dan sesuaikan posisi layar agar nyaman dilihat. Kementerian Kesehatan juga menyarankan pengaturan jarak, pencahayaan, serta penerapan aturan 20-20-20 untuk membantu mengurangi keluhan akibat penggunaan gawai.
10. Gunakan Kacamata atau Lensa Kontak Sesuai Anjuran
Penggunaan kacamata dengan ukuran yang tidak sesuai dapat membuat penglihatan tetap kabur dan memicu ketidaknyamanan saat membaca atau bekerja. Begitu pula dengan lensa kontak yang tidak dirawat secara benar. Pemilihan alat bantu penglihatan sebaiknya didasarkan pada hasil pemeriksaan, bukan hanya mengikuti ukuran milik orang lain.
Periksakan kondisi mata untuk mengetahui apakah Anda membutuhkan kacamata atau koreksi penglihatan tertentu. Jika menggunakan lensa kontak, ikuti petunjuk pemakaian dan pembersihan, jangan tidur dengan lensa kontak kecuali memang dianjurkan dokter, serta ganti sesuai jadwal. Apabila mata terasa nyeri, merah, atau penglihatan mendadak berubah, hentikan pemakaian lensa kontak dan segera cari pertolongan medis.
Makanan yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Mata
Pola makan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung fungsi mata. Beberapa vitamin, mineral, dan asam lemak memiliki peran dalam menjaga jaringan mata serta membantu tubuh melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Pilihan makanan yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian antara lain sayuran hijau, wortel, jeruk, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Tidak perlu mengonsumsi semuanya sekaligus. Variasikan jenis makanan agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi secara lebih seimbang.
Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari untuk Menjaga Kesehatan Mata
Beberapa kebiasaan dapat meningkatkan risiko iritasi atau membuat mata lebih cepat lelah. Mengucek mata dengan tangan kotor, menatap layar tanpa jeda, menggunakan riasan yang sudah kedaluwarsa, serta terpapar sinar matahari tanpa pelindung merupakan hal yang perlu dihindari.
Mulailah dengan memperbaiki kebiasaan yang paling sering dilakukan. Berikan jeda saat bekerja di depan layar, bersihkan tangan sebelum menyentuh area mata, gunakan pelindung ketika berada di luar ruangan, dan jangan mengabaikan keluhan yang terus berulang. Panduan tambahan mengenai perawatan mata dapat dibaca melalui artikel Cara Menjaga Kesehatan Mata dari Mitra Keluarga dan Cara Merawat Mata Agar Tetap Sehat dari Halodoc.
Kapan Harus Memeriksakan Mata ke Dokter?
Mata yang terasa gatal, kering, atau lelah sesekali belum tentu menunjukkan penyakit serius. Namun, keluhan yang menetap, sering berulang, atau disertai perubahan penglihatan perlu mendapat perhatian. Pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebab gangguan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Segera cari pertolongan medis jika mengalami nyeri mata hebat, penurunan penglihatan secara mendadak, mata sangat merah, muncul kilatan cahaya, atau terlihat banyak bintik melayang secara tiba-tiba. Jangan hanya mengandalkan obat tetes mata tanpa mengetahui penyebab keluhan, terutama jika gejala tidak membaik.
Menjaga Kesehatan Mata Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Menjaga kesehatan mata dapat dilakukan melalui langkah yang mudah diterapkan, mulai dari memilih makanan bergizi, membatasi waktu menatap layar, melindungi mata dari sinar UV, hingga menjalani pemeriksaan secara berkala. Kebiasaan tersebut membantu menjaga kenyamanan penglihatan dan mengurangi sejumlah faktor risiko gangguan mata.
Perawatan sehari-hari tetap perlu disertai pemeriksaan profesional, terutama bagi orang yang memiliki riwayat penyakit mata atau kondisi kesehatan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Informasi tambahan dapat dibaca melalui panduan menjaga kesehatan mata dari Mayapada Eye Centre serta Kementerian Kesehatan tentang kesehatan mata.









