9 Manfaat Bengkoang untuk Kesehatan, Baik untuk Pencernaan hingga Kulit
Bengkoang merupakan umbi-umbian yang memiliki rasa manis, tekstur renyah, serta kandungan air dan serat yang cukup tinggi. Selain sering dikonsumsi sebagai camilan, bahan rujak, atau asinan, bengkoang juga mengandung vitamin C, kalium, folat, dan sejumlah mineral yang dapat mendukung kebutuhan nutrisi tubuh.
Dalam 100 gram bengkoang mentah, terdapat sekitar 38–40 kalori, 8,8 gram karbohidrat, 0,7 gram protein, hampir 5 gram serat, serta sekitar 20 miligram vitamin C. Kandungan airnya juga tinggi, mencapai sekitar 90 persen.
Kombinasi serat, air, dan inulin membuat bengkoang terutama menarik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan. Berikut sejumlah manfaat bengkoang yang perlu diketahui.
1. Membantu Melancarkan Pencernaan
Bengkoang memiliki kandungan serat yang dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar. Serat dapat menambah volume tinja dan membantu pergerakannya melalui saluran pencernaan.
Bengkoang juga mengandung inulin, yaitu jenis serat prebiotik yang dapat dimanfaatkan oleh bakteri baik di dalam usus. Konsumsi makanan yang mengandung serat dan prebiotik dapat mendukung fungsi saluran pencernaan serta keseimbangan mikrobiota usus.
2. Membantu Mencegah Sembelit
Kandungan serat dan air yang tinggi membuat bengkoang dapat menjadi salah satu pilihan makanan untuk membantu mencegah sembelit.
Serat membantu membentuk tinja, sedangkan kandungan air membantu mempertahankan tekstur tinja agar lebih mudah dikeluarkan. Namun, peningkatan asupan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disertai konsumsi cairan yang cukup untuk mengurangi risiko kembung atau rasa tidak nyaman pada perut.
3. Mendukung Kesehatan Bakteri Baik di Usus
Inulin dalam bengkoang termasuk serat prebiotik. Zat ini tidak dicerna sepenuhnya di bagian atas saluran pencernaan dan dapat mencapai usus besar untuk kemudian difermentasi oleh mikroorganisme di dalamnya.
Sejumlah penelitian pada manusia menunjukkan bahwa inulin dan jenis fructan terkait dapat mendukung pertumbuhan beberapa bakteri yang bermanfaat serta membantu fungsi pencernaan.
4. Membantu Menjaga Berat Badan
Bengkoang relatif rendah kalori dan mengandung serat yang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Sifat tersebut membuat bengkoang dapat dimasukkan dalam pola makan untuk membantu mengatur asupan makanan.
Meski demikian, bengkoang bukan makanan yang secara khusus dapat menurunkan berat badan. Penurunan berat badan tetap dipengaruhi oleh keseluruhan pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan keseimbangan energi harian.
5. Membantu Memenuhi Kebutuhan Vitamin C
Bengkoang merupakan salah satu sumber vitamin C. Dalam satu cangkir atau sekitar 130 gram bengkoang mentah, kandungan vitamin C-nya mencapai sekitar 26 miligram.
Vitamin C merupakan antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin ini juga memiliki peran dalam fungsi sistem kekebalan tubuh dan pembentukan kolagen.
6. Mendukung Kesehatan Jantung
Serat merupakan salah satu komponen penting dalam pola makan yang mendukung kesehatan jantung. Asupan serat yang cukup dapat membantu pengelolaan kadar kolesterol, sementara bengkoang juga menyediakan kalium yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.
Karena itu, konsumsi bengkoang sebagai bagian dari pola makan sehat dapat mendukung kesehatan jantung. Namun, manfaat tersebut tidak berarti bengkoang dapat mencegah atau mengobati penyakit jantung secara langsung.
7. Membantu Menjaga Kadar Gula Darah
Bengkoang memiliki kandungan gula yang relatif rendah serta kaya serat. Serat dapat memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat sehingga membantu menghasilkan peningkatan kadar gula darah yang lebih bertahap dibandingkan makanan dengan kandungan serat rendah.
Kondisi ini membuat bengkoang dapat menjadi salah satu pilihan makanan dalam pola makan sehat. Namun, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan porsi dan keseluruhan asupan karbohidrat harian.
8. Membantu Menjaga Kesehatan Kulit
Kandungan vitamin C pada bengkoang turut mendukung pembentukan kolagen. Kolagen merupakan protein struktural yang berperan penting dalam menjaga struktur dan elastisitas kulit.
Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan. Meski bengkoang dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan kulit, mengonsumsi bengkoang tidak berarti dapat secara langsung memutihkan kulit atau menghilangkan seluruh tanda penuaan.
9. Membantu Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Bengkoang memiliki kandungan air yang tinggi. Sekitar 90 persen berat bengkoang mentah terdiri dari air, sehingga konsumsinya dapat turut memberikan cairan bagi tubuh.
Meski begitu, bengkoang tidak dapat menggantikan kebutuhan minum air putih. Cairan dari makanan tetap hanya menjadi salah satu bagian dari keseluruhan asupan cairan harian.
Kandungan Nutrisi Bengkoang
Secara umum, 100 gram bengkoang mentah mengandung sejumlah nutrisi berikut:
- Energi sekitar 38–40 kalori
- Karbohidrat sekitar 8,8 gram
- Protein sekitar 0,7 gram
- Serat sekitar 4,9 gram
- Vitamin C sekitar 20 miligram
- Kalium sekitar 200 miligram
- Folat
- Magnesium
- Kalsium
- Zat besi
Nilai kandungan nutrisi dapat berbeda bergantung pada ukuran, kondisi, dan penyajian bengkoang. Data dari sumber pangan menunjukkan bahwa bengkoang termasuk makanan rendah kalori dengan kandungan air dan serat yang cukup tinggi.
Cara Aman Mengonsumsi Bengkoang
Bengkoang umumnya dikonsumsi dalam kondisi segar setelah dikupas dan dibersihkan. Bagian yang dimakan adalah umbinya. Bagian tanaman lain, terutama biji, tidak untuk dikonsumsi karena dapat mengandung senyawa beracun.
Bengkoang dapat dinikmati langsung, dicampurkan ke dalam salad, dibuat menjadi rujak, atau diolah sebagai bagian dari menu makanan. Untuk mendapatkan manfaat nutrisinya secara optimal, konsumsi bengkoang sebaiknya tetap disertai berbagai jenis sayur, buah, sumber protein, dan makanan bergizi lainnya.
Perhatikan Porsinya
Meskipun kaya serat dan memiliki sejumlah manfaat, konsumsi bengkoang dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan keluhan pencernaan pada sebagian orang. Kandungan inulin dan seratnya dapat memicu gas atau kembung, terutama pada orang yang sensitif terhadap jenis karbohidrat tertentu.
Dengan demikian, bengkoang dapat menjadi pilihan makanan yang menyegarkan sekaligus bernutrisi. Kandungan serat, air, vitamin C, dan inulinnya membuat umbi ini terutama bermanfaat sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan, hidrasi, dan pemenuhan nutrisi sehari-hari.








