6 Rukun Iman dalam Islam, Pengertian, Urutan, dan Penerapannya
Rukun iman merupakan dasar keyakinan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam ajaran Islam, terdapat enam rukun iman yang wajib diyakini, yaitu iman kepada Allah SWT, malaikat, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, hari akhir, serta qada dan qadar.
Memahami rukun iman tidak berhenti pada menghafal urutannya. Keyakinan tersebut juga berkaitan dengan ucapan dan perbuatan sehingga dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Semakin dipahami, rukun iman dapat menjadi pedoman bagi seorang Muslim dalam beribadah, bersikap, menghadapi ujian, serta menjalankan tanggung jawab kehidupan.
Pengertian Rukun Iman
Secara bahasa, rukun berarti dasar atau pokok, sedangkan iman berkaitan dengan keyakinan dan kepercayaan. Dengan demikian, rukun iman dapat dipahami sebagai dasar keyakinan yang wajib dimiliki oleh setiap Muslim.
Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa iman mencakup kepercayaan kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta takdir baik dan buruk.
Keimanan juga tidak hanya berkaitan dengan hati. Dalam pemahaman keislaman, iman diyakini dalam hati, diikrarkan melalui lisan, kemudian diwujudkan melalui perbuatan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 2:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal.”
Urutan 6 Rukun Iman
Enam rukun iman yang wajib diyakini umat Islam memiliki urutan sebagai berikut:
- Iman kepada Allah SWT.
- Iman kepada malaikat Allah.
- Iman kepada kitab-kitab Allah.
- Iman kepada rasul-rasul Allah.
- Iman kepada hari akhir.
- Iman kepada qada dan qadar.
Keenamnya saling berkaitan sebagai dasar akidah seorang Muslim. Berikut penjelasan masing-masing rukun iman.
1. Iman kepada Allah SWT
Iman kepada Allah merupakan rukun iman pertama. Keyakinan ini berarti meyakini keberadaan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, sekaligus meyakini kekuasaan dan sifat-sifat-Nya.
Beriman kepada Allah juga berarti meyakini bahwa seluruh alam semesta merupakan ciptaan dan berada dalam kekuasaan-Nya. Keyakinan tersebut kemudian diwujudkan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Penerapannya dalam kehidupan dapat dilakukan dengan:
- Menjaga ibadah kepada Allah SWT.
- Meyakini keesaan Allah dan tidak menyekutukan-Nya.
- Mengenal Asmaul Husna serta sifat-sifat Allah.
- Bersyukur atas nikmat yang diterima.
- Memohon pertolongan dan menyerahkan diri kepada Allah setelah berusaha.
2. Iman kepada Malaikat
Rukun iman kedua adalah percaya kepada malaikat Allah. Malaikat merupakan makhluk Allah yang bersifat gaib dan senantiasa menjalankan perintah-Nya.
Umat Islam wajib meyakini keberadaan malaikat meskipun tidak dapat melihatnya secara langsung. Setiap malaikat memiliki tugas yang telah ditetapkan Allah SWT.
Di antara malaikat yang dikenal dalam ajaran Islam adalah Jibril yang menyampaikan wahyu, Mikail, Israfil, serta malaikat yang mencatat amal manusia.
Keimanan kepada malaikat dapat mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam bertindak. Setiap perbuatan dan perkataan diyakini memiliki konsekuensi sehingga seorang Muslim terdorong untuk memperbanyak amal baik.
3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah
Rukun iman ketiga adalah meyakini kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT kepada para nabi dan rasul-Nya.
Dalam ajaran Islam, terdapat empat kitab yang wajib diketahui dan diimani, yaitu:
- Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS.
- Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud AS.
- Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS.
- Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Al-Qur’an menjadi kitab yang menjadi pedoman umat Islam. Karena itu, iman kepada kitab Allah tidak hanya diwujudkan dengan mengakui keberadaannya, tetapi juga dengan membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalam Al-Qur’an.
Salah satu bentuk penerapannya adalah menjalankan perintah untuk berbagi dan bersedekah kepada orang yang membutuhkan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١
Artinya:
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan untuk siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah
Rukun iman keempat adalah percaya kepada rasul-rasul Allah. Para rasul merupakan manusia pilihan yang mendapat tugas menyampaikan wahyu dan ajaran Allah kepada umatnya.
Dalam pembelajaran dasar agama Islam, terdapat 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui. Nabi Adam AS dikenal sebagai nabi pertama, sedangkan Nabi Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul terakhir.
Beriman kepada rasul tidak sekadar mengetahui nama-namanya. Seorang Muslim juga meyakini bahwa para rasul membawa ajaran Allah dan dapat dijadikan teladan dalam menjalani kehidupan.
Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan mempelajari ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW, menjalankan tuntunan agama, serta meneladani akhlak yang baik.
5. Iman kepada Hari Akhir
Rukun iman kelima adalah iman kepada hari akhir. Keyakinan ini berarti mempercayai bahwa kehidupan dunia akan berakhir dan manusia akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 7:
وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ ٧
Artinya:
“Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.”
Keyakinan terhadap hari akhir menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan sehingga seorang Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan yang dilarang.
6. Iman kepada Qada dan Qadar
Rukun iman yang terakhir adalah iman kepada qada dan qadar. Keduanya berkaitan dengan ketetapan dan kehendak Allah SWT terhadap seluruh kejadian.
Qada dipahami sebagai ketetapan Allah, sedangkan qadar berkaitan dengan perwujudan ketetapan tersebut. Keyakinan terhadap takdir tidak berarti manusia berhenti berusaha.
Seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berikhtiar dan berdoa, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Sikap ini dapat membentuk rasa syukur ketika memperoleh nikmat sekaligus kesabaran ketika menghadapi ujian.
Makna Rukun Iman dalam Kehidupan Sehari-hari
Rukun iman dapat diwujudkan melalui tiga unsur, yakni keyakinan dalam hati, ucapan melalui lisan, dan tindakan melalui anggota badan.
Keyakinan dalam hati berarti menerima dan meyakini seluruh perkara yang menjadi bagian dari iman. Pengakuan tersebut kemudian diikrarkan melalui lisan dan dibuktikan melalui perilaku.
Contohnya, iman kepada Allah diwujudkan melalui ibadah dan ketaatan. Iman kepada malaikat dapat mendorong seseorang menjaga perbuatannya. Iman kepada kitab Allah diterapkan dengan mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.
Sementara itu, iman kepada hari akhir dapat membuat seseorang lebih bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Adapun iman kepada qada dan qadar mengajarkan keseimbangan antara usaha, doa, tawakal, syukur, dan kesabaran.
Tingkatan Keimanan
Dalam literatur keislaman, terdapat pembahasan mengenai tingkatan keyakinan seorang hamba. Di antaranya iman taqlid, iman ilmu, iman ‘iyan, iman haq, dan iman hakikat.
Iman taqlid berkaitan dengan keyakinan yang mengikuti ucapan orang lain. Iman ilmu merupakan keyakinan yang disertai pengetahuan mengenai akidah dan dalil. Sementara itu, tingkatan berikutnya menggambarkan keyakinan yang semakin mendalam hingga seseorang senantiasa merasa diawasi Allah, beribadah dengan penuh kesadaran, dan menempatkan Allah sebagai tujuan utama kehidupannya.
Pembahasan mengenai tingkatan tersebut menunjukkan bahwa keimanan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga bagaimana keyakinan tersebut memengaruhi sikap dan perilaku seseorang.
Cara Menerapkan 6 Rukun Iman
Penerapan rukun iman dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah:
- Menjaga salat dan ibadah sebagai bentuk iman kepada Allah.
- Berbuat baik karena meyakini setiap amal dicatat dan dipertanggungjawabkan.
- Membaca serta mengamalkan Al-Qur’an.
- Meneladani akhlak Rasulullah SAW.
- Memperbanyak amal saleh sebagai persiapan menghadapi kehidupan akhirat.
- Tetap berusaha ketika menghadapi persoalan dan menerima hasilnya dengan tawakal.
- Bersyukur ketika memperoleh nikmat dan bersabar ketika menghadapi kesulitan.
- Membantu orang lain melalui sedekah dan perbuatan baik.
Kesimpulan
Memahami enam rukun iman tidak cukup hanya dengan menghafal urutannya. Keenam dasar keyakinan tersebut perlu dipahami dan diwujudkan melalui perilaku sehingga menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim.
Iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, hari akhir, serta qada dan qadar menjadi dasar yang mengarahkan seorang Muslim dalam menjalankan ibadah, menghadapi kehidupan, dan membangun hubungan dengan sesama.








