Apa Itu Infografis? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Membuatnya
Infografis merupakan bentuk komunikasi visual yang digunakan untuk menyajikan informasi, data, atau pengetahuan melalui perpaduan gambar, grafik, ikon, ilustrasi, dan teks singkat. Penyajian tersebut membuat informasi yang panjang atau rumit dapat dipahami dengan lebih cepat.
Penggunaan infografis kini ditemukan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dunia kerja, pemasaran, pemerintahan, hingga media sosial. Format ini membantu pembaca menangkap inti informasi tanpa harus membaca uraian yang panjang.
Secara sederhana, infografis menggabungkan unsur informasi dan grafis. Data atau gagasan disusun dalam bentuk visual dengan alur yang terarah sehingga pesan utama dapat dikenali dalam waktu singkat.
Apa Itu Infografis?
Infografis adalah representasi visual dari informasi atau data yang dirancang agar suatu pesan dapat disampaikan secara ringkas dan mudah dipahami. Kamus Bahasa Inggris Oxford mendefinisikan infografis atau information graphic sebagai representasi visual dari informasi atau data.
Berbeda dari penyajian data yang hanya mengandalkan paragraf, infografis menggunakan unsur visual untuk membantu pembaca memahami isi. Grafik batang, diagram lingkaran, ikon, ilustrasi, angka, dan teks pendek dapat ditempatkan dalam satu desain untuk menjelaskan sebuah topik.
Infografis dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti presentasi sekolah dan perguruan tinggi, catatan pembelajaran, laporan bisnis, materi pemasaran, unggahan media sosial, poster, brosur, hingga selebaran.
Fungsi Infografis dalam Penyampaian Informasi
Fungsi utama infografis adalah menyederhanakan informasi agar lebih mudah diterima audiens. Di tengah banyaknya data dan informasi yang beredar, bentuk visual dapat membantu pembaca menemukan bagian yang paling penting.
- Menyampaikan Data dengan Lebih Efisien
Infografis memungkinkan data ditampilkan dalam bentuk yang lebih mudah diamati. Angka, persentase, maupun hasil penelitian dapat divisualisasikan melalui grafik dan diagram sehingga pembaca tidak harus mengolah kumpulan angka dalam bentuk teks. - Membantu Mempertahankan Informasi
Penyajian visual dapat membantu pembaca mengingat informasi yang diterima. Perpaduan ilustrasi, simbol, warna, dan teks singkat membuat sebuah pesan memiliki penanda visual yang lebih mudah dikenali. - Meningkatkan Interaksi Audiens
Konten visual cenderung lebih menarik perhatian dibandingkan blok teks yang panjang. Karena itu, infografis kerap digunakan dalam media sosial, situs web, materi pemasaran, maupun presentasi untuk meningkatkan perhatian dan keterlibatan audiens. - Menjelaskan Materi yang Rumit
Informasi yang memiliki banyak tahapan atau unsur dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. Setiap bagian kemudian disusun dalam alur visual sehingga pembaca dapat memahami hubungan antarinformasi dengan lebih mudah.
Elemen Penting dalam Desain Infografis
Infografis yang efektif tidak hanya bergantung pada tampilan menarik. Susunan informasi, keterbacaan, dan ketepatan data juga menentukan kualitas sebuah desain.
- Hierarki Visual
Hierarki visual mengatur elemen berdasarkan tingkat kepentingannya. Judul, subjudul, angka utama, dan keterangan pendukung perlu memiliki perbedaan ukuran maupun penempatan agar pembaca mengetahui bagian yang harus dilihat terlebih dahulu. Tata letak yang baik juga membantu mengarahkan pandangan secara alami, misalnya dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. - Tipografi
Pemilihan jenis huruf memengaruhi keterbacaan sebuah infografis. Font yang sederhana dan jelas lebih mudah dipindai, terutama ketika desain dibaca melalui layar ponsel atau perangkat lain. Jumlah jenis font sebaiknya tidak berlebihan. Perbedaan ukuran dan ketebalan huruf dapat digunakan untuk membedakan judul dengan isi. - Warna dan Kontras
Warna dapat dimanfaatkan untuk mengelompokkan informasi atau menonjolkan data tertentu. Skema warna yang terbatas dan konsisten membuat tampilan lebih teratur. Kontras juga diperlukan agar tulisan tetap terbaca dan elemen penting tidak tenggelam di antara komponen visual lainnya. - Ikon dan Ilustrasi
Ikon serta ilustrasi dapat menggantikan penjelasan panjang untuk konsep tertentu. Simbol yang mudah dikenali membantu pembaca memahami fungsi, kategori, proses, atau gagasan dengan cepat. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan konteks agar visual tidak justru menimbulkan kebingungan. - Konsistensi dan Keselarasan
Keseragaman warna, font, spasi, dan gaya ikon membuat infografis terlihat lebih rapi. Penataan elemen yang selaras juga membantu pembaca mengikuti alur informasi tanpa terganggu oleh susunan yang berantakan.
Jenis-Jenis Infografis
Infografis dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai tujuan dan jenis informasi yang hendak disampaikan.
Beberapa jenis yang umum digunakan antara lain sebagai berikut:
- Infografis Statistik
Jenis ini digunakan untuk menyajikan angka, hasil survei, data penelitian, atau statistik melalui diagram, grafik, dan elemen visual lainnya. Infografis statistik cocok ketika informasi utama berupa data numerik yang perlu dibandingkan atau ditampilkan secara ringkas. - Infografis Informasi
Infografis informasi menggabungkan teks singkat dengan elemen visual untuk menerangkan sebuah topik. Jenis ini banyak digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena dapat membantu menjelaskan konsep secara lebih terstruktur. - Infografis Garis Waktu
Infografis garis waktu atau timeline menyusun peristiwa berdasarkan urutan waktu. Format ini dapat digunakan untuk menjelaskan sejarah, perkembangan suatu produk, perjalanan sebuah proyek, maupun perubahan suatu fenomena. - Infografis Proses
Infografis proses digunakan untuk menunjukkan tahapan pekerjaan atau prosedur. Setiap langkah disusun secara berurutan sehingga pembaca dapat mengikuti alur dari awal hingga akhir. - Infografis Geografis
Infografis geografis menampilkan informasi berdasarkan lokasi atau wilayah. Peta, simbol, dan data daerah biasanya menjadi unsur utama dalam jenis infografis ini. - Infografis Perbandingan
Infografis perbandingan digunakan untuk memperlihatkan persamaan dan perbedaan antara dua atau lebih objek, gagasan, produk, atau kondisi. Penyajian visual membantu pembaca melihat perbedaan secara lebih langsung. - Infografis Hierarki
Infografis hierarki menggambarkan hubungan berdasarkan tingkat, prioritas, atau struktur tertentu. Jenis ini dapat digunakan untuk menunjukkan struktur organisasi, alur persetujuan, maupun tingkatan suatu sistem. - Infografis Daftar
Jenis ini menyusun informasi dalam bentuk daftar yang dilengkapi ikon, ilustrasi, atau elemen visual lain. Format tersebut cocok untuk menyampaikan tips, langkah, rekomendasi, maupun sejumlah poin yang perlu diperhatikan. - Infografis Interaktif
Infografis interaktif memungkinkan pengguna berinteraksi dengan informasi melalui fitur seperti klik, pembesaran tampilan, atau pilihan menu. Bentuk ini memberikan pengalaman yang lebih dinamis dibandingkan infografis statis.
Selain jenis tersebut, ada pula infografis berbentuk diagram alur, visualisasi data, maupun infografis lanjutan yang menyajikan informasi lebih mendalam.
Perbedaan Infografis dan Poster
Infografis dan poster sama-sama menggunakan elemen visual untuk menarik perhatian, tetapi keduanya memiliki tujuan yang berbeda.
Infografis lebih menitikberatkan pada penyampaian informasi, data, atau penjelasan sebuah konsep secara ringkas. Poster cenderung digunakan untuk mengajak, mengimbau, menginformasikan suatu kegiatan, atau mempromosikan produk dan acara.
Dengan demikian, perbedaan utama keduanya terletak pada fokus pesan. Infografis mengutamakan pemahaman terhadap informasi, sedangkan poster lebih banyak diarahkan pada penyampaian pesan atau ajakan secara cepat.
Cara Membuat Infografis
Membuat infografis membutuhkan perencanaan agar desain yang dihasilkan tidak sekadar menarik secara visual, tetapi juga memiliki informasi yang jelas.
- Tentukan Tujuan dan Sasaran Audiens
Tentukan terlebih dahulu pesan utama yang ingin disampaikan. Sasaran pembaca juga perlu diketahui karena gaya visual untuk siswa tentu dapat berbeda dengan desain yang ditujukan kepada klien bisnis. - Kumpulkan Data yang Relevan
Data harus dipilih berdasarkan kebutuhan topik. Informasi yang tidak berkaitan langsung dengan pesan utama sebaiknya tidak dimasukkan agar desain tetap fokus. Sumber data juga perlu diperiksa untuk memastikan informasi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. - Susun Kerangka Informasi
Buat urutan pembahasan sebelum masuk ke tahap desain. Tentukan bagian pembuka, informasi utama, data pendukung, dan penutup sehingga alur infografis mudah diikuti. - Pilih Jenis Infografis
Format desain perlu disesuaikan dengan informasi yang akan disampaikan. Data statistik dapat menggunakan grafik, sementara prosedur lebih sesuai disajikan melalui alur proses. - Tentukan Gaya Desain
Pilih gaya yang sesuai dengan tujuan dan karakter audiens. Desain minimalis dapat digunakan untuk topik profesional, sedangkan tema pendidikan atau media sosial dapat menggunakan ilustrasi yang lebih ekspresif. - Gunakan Perangkat Desain
Pembuatan infografis dapat dilakukan menggunakan berbagai perangkat, termasuk Canva, Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, dan Adobe Express. Pilih alat berdasarkan tingkat kebutuhan serta kemampuan pengguna. - Periksa Sebelum Dipublikasikan
Tahap akhir perlu mencakup pengecekan data, ejaan, keterbacaan, susunan elemen, dan konsistensi desain. Pendapat dari orang lain juga dapat membantu menemukan bagian yang masih kurang jelas.
Tips Membuat Infografis yang Efektif
Infografis sebaiknya tidak dipenuhi terlalu banyak informasi. Pilih poin yang benar-benar mendukung pesan utama agar pembaca dapat memahami isi tanpa merasa terbebani.
Warna juga perlu digunakan secara terukur. Terlalu banyak warna dapat mengganggu fokus, sedangkan kontras yang tepat membantu menonjolkan informasi penting.
Ukuran tulisan harus diperhatikan, terutama ketika infografis ditujukan untuk perangkat seluler. Selain itu, data dari sumber lain perlu disertai atribusi agar informasi yang disampaikan tetap memiliki dasar yang jelas.
Untuk penggunaan di media sosial, ukuran dan rasio desain juga perlu disesuaikan dengan platform yang menjadi tujuan publikasi.
Penggunaan Infografis di Berbagai Bidang
Infografis dapat diterapkan dalam banyak kebutuhan. Di bidang pendidikan, bentuk visual ini dapat digunakan untuk menjelaskan materi pelajaran, proses, maupun data penelitian.
Dalam pemasaran, infografis dapat membantu menyajikan tren industri, perbandingan produk, hasil kampanye, atau ringkasan laporan. Pemerintah dan organisasi juga dapat memanfaatkannya untuk menyampaikan statistik, informasi publik, serta data mengenai suatu program.
Usaha kecil dan wirausahawan dapat menggunakan infografis untuk memperkenalkan bisnis, menjelaskan layanan, menunjukkan proses kerja, atau menyampaikan informasi kepada calon pelanggan.
Sementara itu, konsultan dan pekerja lepas dapat menggunakan infografis untuk menyajikan perkembangan proyek, laporan kepada klien, maupun informasi teknis dengan tampilan yang lebih mudah diikuti.
Kesimpulan
Infografis adalah media visual yang memadukan data, informasi, ilustrasi, grafik, ikon, dan teks singkat untuk menyampaikan pesan secara lebih mudah dipahami. Penggunaannya tidak terbatas pada satu bidang karena dapat diterapkan dalam pendidikan, bisnis, pemasaran, pemerintahan, media sosial, hingga komunikasi organisasi.
Kualitas infografis ditentukan bukan hanya oleh tampilan, tetapi juga oleh kejelasan informasi, ketepatan data, keterbacaan, serta alur penyajiannya. Karena itu, proses pembuatannya perlu dimulai dari penentuan tujuan, riset data, penyusunan struktur, pemilihan format, hingga pemeriksaan akhir.
Infografis yang baik pada dasarnya mampu membuat informasi lebih ringkas, terarah, dan mudah dipahami tanpa menghilangkan pesan penting yang hendak disampaikan.









