Portal Informasi dan Berita
  • Home
  • SEO
  • Marketing
  • Website
  • Ecommerce
No Result
View All Result
Subscribe
Portal Informasi dan Berita
  • Home
  • SEO
  • Marketing
  • Website
  • Ecommerce
No Result
View All Result
Portal Informasi dan Berita
No Result
View All Result
Cara Menulis Sitasi yang Benar untuk Jurnal, Buku, dan Website

Cara Menulis Sitasi yang Benar untuk Jurnal, Buku, dan Website

Cara Menulis Sitasi yang Benar untuk Jurnal, Buku, dan Website

Maksum Rangkuti by Maksum Rangkuti
14 September 2026
in Info
Reading Time: 7 mins read
0

Cara Menulis Sitasi yang Benar untuk Jurnal, Buku, dan Website

Sitasi merupakan bagian penting dalam penulisan ilmiah karena digunakan untuk menunjukkan sumber informasi, pendapat, data, atau gagasan yang digunakan dalam sebuah tulisan. Pencantuman sitasi juga membantu pembaca mengetahui asal suatu informasi sekaligus menjaga integritas karya ilmiah.

Apa Itu Sitasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sitasi memiliki dua pengertian. Pertama, sitasi berarti kutipan. Kedua, sitasi merupakan rujukan yang digunakan dalam penulisan ilmiah terhadap karya lain, seperti buku, makalah, jurnal, dan sumber tertulis lainnya.

Sumber yang digunakan untuk sitasi dapat berasal dari berbagai jenis referensi, antara lain buku, jurnal ilmiah, surat kabar, website, hingga hasil wawancara. Penulis perlu menyesuaikan bentuk sitasi dengan jenis sumber dan gaya penulisan yang digunakan.



Related Posts

Cara Restart iPhone dengan Mudah dan Aman untuk Semua Model

Cara Restart iPhone dengan Mudah dan Aman untuk Semua Model

14 September 2026
Cara Cek KIP Kuliah 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima dengan NIK

Cara Cek KIP Kuliah 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima dengan NIK

14 September 2026
Cara Cek PIP dengan Mudah dari HP, Gunakan NISN dan NIK untuk Melihat Status Penerima

Cara Cek PIP dengan Mudah dari HP, Gunakan NISN dan NIK untuk Melihat Status Penerima

14 September 2026
Cek Bansos September 2026: 3 Bantuan yang Cair, Nominal, dan Cara Cek Penerima

Cek Bansos September 2026: 3 Bantuan yang Cair, Nominal, dan Cara Cek Penerima

14 September 2026

Aturan Dasar Penulisan Sitasi

Format sitasi dapat berbeda sesuai pedoman yang digunakan. Namun, terdapat beberapa pola dasar yang umum digunakan dalam penulisan karya ilmiah.

1. Sitasi Langsung dari Satu Penulis

Jika kutipan langsung berasal dari satu penulis, nama belakang penulis dapat diikuti tahun terbit. Nomor halaman dapat dicantumkan jika diperlukan oleh gaya sitasi yang digunakan.

Contohnya:

  • Haikal (2020)
  • Regi (2020: 99)
  • Regi (2020, p. 466)

2. Sitasi Langsung dari Dua Penulis

Apabila sumber memiliki dua penulis, nama belakang kedua penulis dicantumkan bersama tahun penerbitan. Nomor halaman dapat ditambahkan untuk menunjukkan lokasi kutipan.

Contohnya:

  • Adelia dan Putri (2015: 25)
  • Adelia dan Putri (2016, p. 76)

Penggunaan kata “dan” atau tanda “&” mengikuti gaya sitasi yang dipilih. Karena itu, penulis sebaiknya menggunakan satu pedoman secara konsisten dari awal hingga akhir tulisan.



3. Sitasi dari Lebih dari Dua Penulis

Untuk sumber yang ditulis oleh lebih dari dua penulis, umumnya cukup mencantumkan nama belakang penulis pertama, kemudian diikuti et al. dan tahun penerbitan.

Contohnya:

  • Mendeley et al. (2021)
  • (Mendeley et al., 2021)

4. Sitasi Tidak Langsung

Sitasi tidak langsung digunakan ketika penulis menyampaikan kembali gagasan dari sumber lain dengan kalimat sendiri tanpa mengubah inti informasi. Nama penulis dan tahun sumber tetap dicantumkan.

Contohnya:

  • (Bennet, 2017)
  • (Bennet, 2017, p. 666)

5. Sitasi dari Beberapa Sumber

Jika sebuah pernyataan didukung oleh beberapa sumber, setiap sumber dapat dicantumkan dalam satu tanda kurung dan dipisahkan dengan tanda titik koma.

Contohnya:

(Irukawa, 1999; Rahmad & Fanny, 2000; Adel et al., 2009)

Untuk sumber dari penulis yang sama tetapi diterbitkan pada tahun berbeda, tahun dapat ditulis berurutan.

Contohnya:

Elisa (2019, 2020)

Jika penulis yang sama menerbitkan lebih dari satu karya pada tahun yang sama, dapat digunakan penanda huruf setelah tahun.

Contohnya:

Irukawa (2009a, 2009b)



Sitasi Jika Tidak Ada Nama Penulis

Dalam beberapa sumber, nama penulis perorangan tidak tercantum. Jika demikian, nama lembaga atau organisasi yang menerbitkan sumber dapat digunakan sebagai pengganti nama penulis.

Contohnya:

  • Badan Pusat Statistik (2009)
  • Ikatan Dokter Gigi Indonesia (2020)

Sitasi Berdasarkan Jenis Sumber

Setiap jenis sumber memiliki informasi bibliografis yang perlu diperhatikan. Sumber dapat berupa buku, jurnal, surat kabar, website, puisi, maupun wawancara.

1. Buku

Contoh penulisan referensi buku:

Suranto, D.F. dan Dewa, P.W. (1999). Panduan Menulis Buku. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

Bentuk sitasi singkatnya dapat ditulis:

Suranto dan Dewa (1999)

2. Jurnal

Contoh penulisan referensi jurnal:

O’Gorman, E. (1999). Detective fiction and historical narrative. Greece and Rome, 46, 19–26.

Bentuk sitasi singkatnya dapat ditulis:

O’Gorman (1999)

3. Jurnal Online

Untuk jurnal yang tersedia secara daring, informasi seperti nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal, volume, halaman, serta alamat sumber dapat dicantumkan sesuai pedoman gaya sitasi yang digunakan.



4. Website

Sumber dari website juga dapat digunakan sebagai referensi. Informasi yang perlu diperhatikan antara lain nama penulis atau lembaga, tahun publikasi, judul halaman, alamat sumber, dan tanggal akses jika diwajibkan oleh gaya sitasi.

Contohnya:

Sherman, C. (2000). The Invisible Web. Online at URL, accessed 25 November 2007.

Jika tidak diketahui tahun penerbitannya, beberapa gaya sitasi menggunakan keterangan n.d. atau keterangan lain sesuai pedoman yang dipilih.

Contohnya:

Sport for All. (n.d.). Trampolining for the elderly. URL, accessed 12 July 2014.

5. Peraturan Perundang-undangan

Peraturan juga dapat dicantumkan sebagai sumber rujukan dalam karya ilmiah. Contohnya:

  • UU No. 43 Tahun 2007
  • Permendiknas No. 17 Tahun 2010




Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penulisan Sitasi

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika membuat sitasi antara lain:

  1. Letakkan sitasi pada bagian yang jelas menunjukkan informasi atau gagasan yang berasal dari sumber lain.
  2. Tuliskan nama penulis sesuai aturan gaya sitasi yang digunakan.
  3. Perhatikan jumlah penulis dalam suatu sumber.
  4. Gunakan et al., dkk., atau bentuk lain sesuai pedoman yang dipilih.
  5. Untuk karya terjemahan, perhatikan informasi penulis asli dan penerjemah sesuai aturan referensi yang digunakan.

Karena setiap gaya sitasi dapat memiliki aturan yang berbeda, penulis sebaiknya mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh kampus, jurnal, penerbit, atau institusi terkait.



Cara Membuat Sitasi di Microsoft Word

Microsoft Word menyediakan fitur untuk membantu penulis memasukkan sumber dan membuat daftar pustaka secara otomatis.

  1. Tulis kutipan atau pernyataan yang akan diberi sumber.
  2. Letakkan kursor setelah kalimat tersebut.
  3. Buka menu References.
  4. Pilih Insert Citation.
  5. Klik Add New Source.
  6. Pilih jenis sumber dan bahasa yang digunakan.
  7. Masukkan informasi penulis atau Corporate Author, judul, tahun, penerbit, dan kota penerbitan.
  8. Gunakan pilihan Show All Bibliography Fields jika membutuhkan informasi tambahan.
  9. Klik OK untuk memasukkan sumber.

Setelah sumber dimasukkan, sitasi akan muncul pada bagian tulisan yang dipilih. Word juga dapat mengelola sumber yang telah digunakan melalui fitur Manage Sources.



Cara Membuat Daftar Pustaka di Microsoft Word

Setelah semua sitasi dimasukkan, daftar pustaka dapat dibuat secara otomatis melalui menu References.

  1. Letakkan kursor pada halaman tempat daftar pustaka akan dibuat.
  2. Buka menu References.
  3. Pilih Bibliography.
  4. Pilih format daftar pustaka yang tersedia.

Judul Bibliography dapat disesuaikan menjadi Daftar Pustaka. Format seperti jenis huruf, ukuran, jarak baris, dan hanging indent juga dapat disesuaikan dengan ketentuan penulisan.

Microsoft Word menyediakan sejumlah gaya sitasi, seperti APA, Chicago, dan Turabian. Gaya tambahan juga dapat digunakan apabila tersedia dan sesuai dengan kebutuhan penulis.

Jika terdapat perubahan pada sumber, fitur pembaruan sitasi dan daftar pustaka dapat digunakan agar informasi referensi tetap mengikuti perubahan tersebut.



Cara Membuat Sitasi Menggunakan Mendeley

Mendeley merupakan aplikasi pengelola referensi yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengatur, memberi anotasi, membagikan, dan memasukkan sumber ke dalam tulisan.

Untuk menghubungkan Mendeley dengan Microsoft Word, pengguna dapat memasang aplikasi Mendeley terlebih dahulu, kemudian memilih Tools > Install Mendeley Cite for Microsoft Word. Setelah terpasang, Mendeley Cite dapat digunakan melalui Microsoft Word.

Menambahkan Referensi ke Mendeley

  1. Buka Mendeley.
  2. Pilih Add New.
  3. Pilih file PDF atau folder yang berisi sumber.
  4. Klik Open.
  5. Kelompokkan referensi menggunakan fitur Collections jika diperlukan.




Membuat Sitasi dengan Mendeley

  1. Buka dokumen di Microsoft Word.
  2. Letakkan kursor pada posisi sitasi.
  3. Pilih Insert Citation.
  4. Cari sumber berdasarkan nama penulis, judul, atau tahun.
  5. Pilih sumber yang sesuai.
  6. Klik Cite.

Pengguna juga dapat menggunakan pilihan Go To Mendeley untuk mencari referensi yang telah tersimpan di dalam aplikasi.

Membuat Daftar Pustaka dengan Mendeley

Setelah seluruh sumber yang dibutuhkan dimasukkan ke dalam dokumen, letakkan kursor pada lokasi daftar pustaka. Selanjutnya pilih Insert Bibliography.

Mendeley akan membuat daftar pustaka berdasarkan sitasi yang telah digunakan. Jika ada perubahan pada sitasi atau sumber, daftar pustaka dapat diperbarui secara otomatis.



Mengapa Sitasi Penting dalam Karya Ilmiah?

Penggunaan sitasi bukan sekadar formalitas dalam penulisan akademik. Sitasi membantu pembaca mengetahui asal informasi yang digunakan dan memberikan penghargaan kepada penulis atau lembaga yang menghasilkan sumber tersebut.

Pencantuman sumber secara tepat juga membantu menghindari plagiarisme. Karena itu, setiap gagasan, data, kutipan, atau informasi yang berasal dari karya orang lain perlu dicantumkan dengan cara yang sesuai dengan pedoman penulisan.

Kesimpulan

Cara menulis sitasi yang benar perlu disesuaikan dengan sumber dan gaya penulisan yang digunakan. Sitasi dapat berasal dari buku, jurnal, website, surat kabar, peraturan, wawancara, maupun sumber lainnya.

Penulis perlu memperhatikan nama penulis, tahun terbit, jumlah penulis, halaman, serta informasi sumber lainnya. Penggunaan Microsoft Word dan Mendeley juga dapat membantu membuat sitasi dan daftar pustaka secara lebih teratur. Hal terpenting adalah menggunakan satu gaya sitasi secara konsisten sesuai ketentuan institusi, jurnal, atau penerbit yang menjadi acuan.

Tags: aturan penulisan sitasicara membuat sitasi dengan Mendeleycara membuat sitasi di Wordcara menulis sitasi bukucara menulis sitasi jurnalcara menulis sitasi websitecara menulis sitasi yang benarcontoh sitasi
Previous Post

Cara Restart iPhone dengan Mudah dan Aman untuk Semua Model

Maksum Rangkuti

Maksum Rangkuti

Related Posts

Cara Restart iPhone dengan Mudah dan Aman untuk Semua Model
Info

Cara Restart iPhone dengan Mudah dan Aman untuk Semua Model

14 September 2026

Cara Restart iPhone dengan Mudah dan Aman untuk Semua Model iPhone dapat mengalami berbagai...

Cara Cek KIP Kuliah 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima dengan NIK
Info

Cara Cek KIP Kuliah 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima dengan NIK

14 September 2026

Cara Cek KIP Kuliah 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima dengan NIK Kartu Indonesia...

Cara Cek PIP dengan Mudah dari HP, Gunakan NISN dan NIK untuk Melihat Status Penerima
Info

Cara Cek PIP dengan Mudah dari HP, Gunakan NISN dan NIK untuk Melihat Status Penerima

14 September 2026

Cara Cek PIP dengan Mudah dari HP, Gunakan NISN dan NIK untuk Melihat Status...

Cek Bansos September 2026: 3 Bantuan yang Cair, Nominal, dan Cara Cek Penerima
Info

Cek Bansos September 2026: 3 Bantuan yang Cair, Nominal, dan Cara Cek Penerima

14 September 2026

Cek Bansos September 2026: 3 Bantuan yang Cair, Nominal, dan Cara Cek Penerima Masyarakat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Portal Informasi dan Berita

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, & blog, etc.

Tags

aplikasi Cek Bansos bansos September 2026 bantuan PIP 2026 besaran PIP 2026 BPNT Rp600.000 BPNT September 2026 BPNT tahap 3 2026 cara cek desil bansos cara cek desil DTSEN cara cek PIP 2026 cara daftar KIP Kuliah 2026 cekbansos.kemensos.go.id cek bansos Kemensos cek bansos lewat HP cek bansos September 2026 cek desil bansos cek desil bansos 2026 cek desil DTSEN cek desil Kemensos cek desil lewat HP cek desil pakai NIK cek penerima PIP cek penerima PIP 2026 dana PIP 2026 desil 1 sampai 4 desil 1 sampai 10 desil bansos 2026 Desil DTSEN desil penerima bansos DTSEN DTSEN 2026 jadwal KIP Kuliah 2026 jadwal PIP 2026 KIP Kuliah 2026 nominal PIP 2026 pencairan PIP 2026 penerima BPNT 2026 penerima PIP 2026 PIP 2026 PIP September 2026 PKH September 2026 PKH tahap 3 2026 SIPINTAR PIP status penerima bansos syarat KIP Kuliah 2026

Recent Article

  • Cara Menulis Sitasi yang Benar untuk Jurnal, Buku, dan Website
  • Cara Restart iPhone dengan Mudah dan Aman untuk Semua Model
  • Cara Cek KIP Kuliah 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima dengan NIK
  • About
  • FAQ
  • Contact
  • Advertise

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.