Cara Menulis Sitasi yang Benar untuk Jurnal, Buku, dan Website
Sitasi merupakan bagian penting dalam penulisan ilmiah karena digunakan untuk menunjukkan sumber informasi, pendapat, data, atau gagasan yang digunakan dalam sebuah tulisan. Pencantuman sitasi juga membantu pembaca mengetahui asal suatu informasi sekaligus menjaga integritas karya ilmiah.
Apa Itu Sitasi?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sitasi memiliki dua pengertian. Pertama, sitasi berarti kutipan. Kedua, sitasi merupakan rujukan yang digunakan dalam penulisan ilmiah terhadap karya lain, seperti buku, makalah, jurnal, dan sumber tertulis lainnya.
Sumber yang digunakan untuk sitasi dapat berasal dari berbagai jenis referensi, antara lain buku, jurnal ilmiah, surat kabar, website, hingga hasil wawancara. Penulis perlu menyesuaikan bentuk sitasi dengan jenis sumber dan gaya penulisan yang digunakan.
Aturan Dasar Penulisan Sitasi
Format sitasi dapat berbeda sesuai pedoman yang digunakan. Namun, terdapat beberapa pola dasar yang umum digunakan dalam penulisan karya ilmiah.
1. Sitasi Langsung dari Satu Penulis
Jika kutipan langsung berasal dari satu penulis, nama belakang penulis dapat diikuti tahun terbit. Nomor halaman dapat dicantumkan jika diperlukan oleh gaya sitasi yang digunakan.
Contohnya:
- Haikal (2020)
- Regi (2020: 99)
- Regi (2020, p. 466)
2. Sitasi Langsung dari Dua Penulis
Apabila sumber memiliki dua penulis, nama belakang kedua penulis dicantumkan bersama tahun penerbitan. Nomor halaman dapat ditambahkan untuk menunjukkan lokasi kutipan.
Contohnya:
- Adelia dan Putri (2015: 25)
- Adelia dan Putri (2016, p. 76)
Penggunaan kata “dan” atau tanda “&” mengikuti gaya sitasi yang dipilih. Karena itu, penulis sebaiknya menggunakan satu pedoman secara konsisten dari awal hingga akhir tulisan.
3. Sitasi dari Lebih dari Dua Penulis
Untuk sumber yang ditulis oleh lebih dari dua penulis, umumnya cukup mencantumkan nama belakang penulis pertama, kemudian diikuti et al. dan tahun penerbitan.
Contohnya:
- Mendeley et al. (2021)
- (Mendeley et al., 2021)
4. Sitasi Tidak Langsung
Sitasi tidak langsung digunakan ketika penulis menyampaikan kembali gagasan dari sumber lain dengan kalimat sendiri tanpa mengubah inti informasi. Nama penulis dan tahun sumber tetap dicantumkan.
Contohnya:
- (Bennet, 2017)
- (Bennet, 2017, p. 666)
5. Sitasi dari Beberapa Sumber
Jika sebuah pernyataan didukung oleh beberapa sumber, setiap sumber dapat dicantumkan dalam satu tanda kurung dan dipisahkan dengan tanda titik koma.
Contohnya:
(Irukawa, 1999; Rahmad & Fanny, 2000; Adel et al., 2009)
Untuk sumber dari penulis yang sama tetapi diterbitkan pada tahun berbeda, tahun dapat ditulis berurutan.
Contohnya:
Elisa (2019, 2020)
Jika penulis yang sama menerbitkan lebih dari satu karya pada tahun yang sama, dapat digunakan penanda huruf setelah tahun.
Contohnya:
Irukawa (2009a, 2009b)
Sitasi Jika Tidak Ada Nama Penulis
Dalam beberapa sumber, nama penulis perorangan tidak tercantum. Jika demikian, nama lembaga atau organisasi yang menerbitkan sumber dapat digunakan sebagai pengganti nama penulis.
Contohnya:
- Badan Pusat Statistik (2009)
- Ikatan Dokter Gigi Indonesia (2020)
Sitasi Berdasarkan Jenis Sumber
Setiap jenis sumber memiliki informasi bibliografis yang perlu diperhatikan. Sumber dapat berupa buku, jurnal, surat kabar, website, puisi, maupun wawancara.
1. Buku
Contoh penulisan referensi buku:
Suranto, D.F. dan Dewa, P.W. (1999). Panduan Menulis Buku. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
Bentuk sitasi singkatnya dapat ditulis:
Suranto dan Dewa (1999)
2. Jurnal
Contoh penulisan referensi jurnal:
O’Gorman, E. (1999). Detective fiction and historical narrative. Greece and Rome, 46, 19–26.
Bentuk sitasi singkatnya dapat ditulis:
O’Gorman (1999)
3. Jurnal Online
Untuk jurnal yang tersedia secara daring, informasi seperti nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal, volume, halaman, serta alamat sumber dapat dicantumkan sesuai pedoman gaya sitasi yang digunakan.
4. Website
Sumber dari website juga dapat digunakan sebagai referensi. Informasi yang perlu diperhatikan antara lain nama penulis atau lembaga, tahun publikasi, judul halaman, alamat sumber, dan tanggal akses jika diwajibkan oleh gaya sitasi.
Contohnya:
Sherman, C. (2000). The Invisible Web. Online at URL, accessed 25 November 2007.
Jika tidak diketahui tahun penerbitannya, beberapa gaya sitasi menggunakan keterangan n.d. atau keterangan lain sesuai pedoman yang dipilih.
Contohnya:
Sport for All. (n.d.). Trampolining for the elderly. URL, accessed 12 July 2014.
5. Peraturan Perundang-undangan
Peraturan juga dapat dicantumkan sebagai sumber rujukan dalam karya ilmiah. Contohnya:
- UU No. 43 Tahun 2007
- Permendiknas No. 17 Tahun 2010
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penulisan Sitasi
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika membuat sitasi antara lain:
- Letakkan sitasi pada bagian yang jelas menunjukkan informasi atau gagasan yang berasal dari sumber lain.
- Tuliskan nama penulis sesuai aturan gaya sitasi yang digunakan.
- Perhatikan jumlah penulis dalam suatu sumber.
- Gunakan et al., dkk., atau bentuk lain sesuai pedoman yang dipilih.
- Untuk karya terjemahan, perhatikan informasi penulis asli dan penerjemah sesuai aturan referensi yang digunakan.
Karena setiap gaya sitasi dapat memiliki aturan yang berbeda, penulis sebaiknya mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh kampus, jurnal, penerbit, atau institusi terkait.
Cara Membuat Sitasi di Microsoft Word
Microsoft Word menyediakan fitur untuk membantu penulis memasukkan sumber dan membuat daftar pustaka secara otomatis.
- Tulis kutipan atau pernyataan yang akan diberi sumber.
- Letakkan kursor setelah kalimat tersebut.
- Buka menu References.
- Pilih Insert Citation.
- Klik Add New Source.
- Pilih jenis sumber dan bahasa yang digunakan.
- Masukkan informasi penulis atau Corporate Author, judul, tahun, penerbit, dan kota penerbitan.
- Gunakan pilihan Show All Bibliography Fields jika membutuhkan informasi tambahan.
- Klik OK untuk memasukkan sumber.
Setelah sumber dimasukkan, sitasi akan muncul pada bagian tulisan yang dipilih. Word juga dapat mengelola sumber yang telah digunakan melalui fitur Manage Sources.
Cara Membuat Daftar Pustaka di Microsoft Word
Setelah semua sitasi dimasukkan, daftar pustaka dapat dibuat secara otomatis melalui menu References.
- Letakkan kursor pada halaman tempat daftar pustaka akan dibuat.
- Buka menu References.
- Pilih Bibliography.
- Pilih format daftar pustaka yang tersedia.
Judul Bibliography dapat disesuaikan menjadi Daftar Pustaka. Format seperti jenis huruf, ukuran, jarak baris, dan hanging indent juga dapat disesuaikan dengan ketentuan penulisan.
Microsoft Word menyediakan sejumlah gaya sitasi, seperti APA, Chicago, dan Turabian. Gaya tambahan juga dapat digunakan apabila tersedia dan sesuai dengan kebutuhan penulis.
Jika terdapat perubahan pada sumber, fitur pembaruan sitasi dan daftar pustaka dapat digunakan agar informasi referensi tetap mengikuti perubahan tersebut.
Cara Membuat Sitasi Menggunakan Mendeley
Mendeley merupakan aplikasi pengelola referensi yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengatur, memberi anotasi, membagikan, dan memasukkan sumber ke dalam tulisan.
Untuk menghubungkan Mendeley dengan Microsoft Word, pengguna dapat memasang aplikasi Mendeley terlebih dahulu, kemudian memilih Tools > Install Mendeley Cite for Microsoft Word. Setelah terpasang, Mendeley Cite dapat digunakan melalui Microsoft Word.
Menambahkan Referensi ke Mendeley
- Buka Mendeley.
- Pilih Add New.
- Pilih file PDF atau folder yang berisi sumber.
- Klik Open.
- Kelompokkan referensi menggunakan fitur Collections jika diperlukan.
Membuat Sitasi dengan Mendeley
- Buka dokumen di Microsoft Word.
- Letakkan kursor pada posisi sitasi.
- Pilih Insert Citation.
- Cari sumber berdasarkan nama penulis, judul, atau tahun.
- Pilih sumber yang sesuai.
- Klik Cite.
Pengguna juga dapat menggunakan pilihan Go To Mendeley untuk mencari referensi yang telah tersimpan di dalam aplikasi.
Membuat Daftar Pustaka dengan Mendeley
Setelah seluruh sumber yang dibutuhkan dimasukkan ke dalam dokumen, letakkan kursor pada lokasi daftar pustaka. Selanjutnya pilih Insert Bibliography.
Mendeley akan membuat daftar pustaka berdasarkan sitasi yang telah digunakan. Jika ada perubahan pada sitasi atau sumber, daftar pustaka dapat diperbarui secara otomatis.
Mengapa Sitasi Penting dalam Karya Ilmiah?
Penggunaan sitasi bukan sekadar formalitas dalam penulisan akademik. Sitasi membantu pembaca mengetahui asal informasi yang digunakan dan memberikan penghargaan kepada penulis atau lembaga yang menghasilkan sumber tersebut.
Pencantuman sumber secara tepat juga membantu menghindari plagiarisme. Karena itu, setiap gagasan, data, kutipan, atau informasi yang berasal dari karya orang lain perlu dicantumkan dengan cara yang sesuai dengan pedoman penulisan.
Kesimpulan
Cara menulis sitasi yang benar perlu disesuaikan dengan sumber dan gaya penulisan yang digunakan. Sitasi dapat berasal dari buku, jurnal, website, surat kabar, peraturan, wawancara, maupun sumber lainnya.
Penulis perlu memperhatikan nama penulis, tahun terbit, jumlah penulis, halaman, serta informasi sumber lainnya. Penggunaan Microsoft Word dan Mendeley juga dapat membantu membuat sitasi dan daftar pustaka secara lebih teratur. Hal terpenting adalah menggunakan satu gaya sitasi secara konsisten sesuai ketentuan institusi, jurnal, atau penerbit yang menjadi acuan.








