Panduan Cek Desil Dengan Mudah, Ketahui Status dan Jenis Bansos Pakai NIK
Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menyesuaikan data penerima bantuan sosial dengan kondisi masyarakat. Pemutakhiran tersebut turut menyebabkan posisi desil sebagian keluarga berubah setelah dilakukan pengolahan dan pemeringkatan kembali.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kemensos, Andy Kurniawan, menyebut sekitar 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru masuk dalam daftar penerima bansos setelah pemerintah memanfaatkan DTSEN.
Menurut Andy, pembaruan data diperlukan untuk menindaklanjuti perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekaligus temuan ketidaksesuaian di lapangan.
“Adapun ada hal-hal yang kiranya error di lapangan, semuanya kita respons. Semua masukan dari media kita respons dan langsung kita tindak lagi sebagai bagian dari pemutakhiran,” kata Andy seperti dikutip dari laman resmi Kemensos, Sabtu (12/9/2026).
Apa yang dimaksud desil dalam DTSEN?
Desil merupakan pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Sistem ini membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok, mulai dari desil 1 yang berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga desil 10 yang berada pada kelompok paling tinggi.
Secara umum, pembagian tersebut terdiri atas:
- Desil 1: kelompok sangat miskin.
- Desil 2: kelompok miskin.
- Desil 3: kelompok hampir miskin.
- Desil 4: kelompok rentan miskin.
- Desil 5: kelompok menengah bawah.
- Desil 6: kelompok menengah.
- Desil 7: kelompok menengah atas.
- Desil 8: kelompok mapan.
- Desil 9: kelompok kaya.
- Desil 10: kelompok sangat kaya.
Kelompok desil 1 sampai 4 menjadi prioritas dalam sejumlah program bantuan sosial. Sementara desil 5 memiliki ketentuan berbeda sesuai program yang diberikan.
Meski demikian, angka desil tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan bahwa seseorang pasti menerima bansos. Setiap program memiliki persyaratan dan mekanisme penetapan penerima masing-masing.
Panduan Cek Desil Dengan Mudah lewat HP
Masyarakat dapat mengetahui posisi desil dan status bantuan sosial dengan menggunakan NIK yang tercantum pada KTP.
Pengecekan dapat dilakukan melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos dengan langkah berikut:
- Buka browser pada HP.
- Masuk ke laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.
- Isi kode keamanan atau captcha yang muncul.
- Klik “Cari Data”.
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Apabila kode verifikasi tidak terbaca dengan jelas, pengguna dapat memperbaruinya sebelum kembali melakukan pencarian.
Hasil pengecekan dapat memberikan informasi mengenai nama, desil, jenis bantuan, status bantuan, dan periode penyaluran apabila data penerima tercatat dalam sistem.
Cek desil menggunakan aplikasi Cek Bansos
Selain melalui situs, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos melalui ponsel.
Tahapannya adalah:
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui toko aplikasi resmi.
- Buka aplikasi dan login menggunakan akun yang tersedia.
- Pilih menu Cek Bansos atau bagian profil sesuai fitur aplikasi.
- Masukkan NIK KTP.
- Jalankan pencarian.
- Periksa informasi desil dan bantuan yang tercantum.
Pengecekan melalui aplikasi dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memantau perubahan informasi penerima secara berkala.
Jenis bansos yang dapat diterima
Hasil pendataan DTSEN tidak berarti setiap keluarga memperoleh bantuan yang sama. Program yang diterima ditentukan berdasarkan kondisi sosial ekonomi dan persyaratan masing-masing bantuan.
Beberapa program yang berkaitan dengan data penerima antara lain:
PKH
Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan kepada keluarga yang memenuhi kriteria program. Bantuan ini memiliki persyaratan yang berkaitan dengan kondisi keluarga, termasuk aspek kesehatan dan pendidikan.
BPNT atau Program Sembako
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Program Sembako ditujukan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan. Penyaluran dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah, termasuk penggunaan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pada 2026, BPNT diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Bantuan pangan beras
Bantuan pangan beras juga menjadi salah satu bentuk perlindungan sosial yang disalurkan kepada keluarga yang memenuhi kriteria. Jumlah dan waktu pembagian mengikuti kebijakan pemerintah pada setiap periode penyaluran.
PBI-JKN
Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) merupakan peserta JKN yang iurannya ditanggung pemerintah sesuai ketentuan.
PBI-JKN bukan bantuan tunai. Program tersebut memberikan perlindungan melalui kepesertaan JKN bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Mengapa desil bisa berubah?
Perubahan desil berkaitan dengan sifat DTSEN yang terus diperbarui. Kondisi rumah tangga tidak selalu sama dari waktu ke waktu sehingga data yang digunakan pemerintah juga perlu disesuaikan.
Direktur Metodologi, Statistik, dan Science Data BPS Prof. Setia Pramana menjelaskan bahwa DTSEN dibentuk melalui integrasi berbagai sumber data pemerintah, termasuk DTKS, Regsosek, dan P3KE.
BPS menggunakan data Susenas yang memiliki informasi pengeluaran rumah tangga untuk membangun model estimasi bagi rumah tangga yang tidak memiliki informasi pengeluaran secara langsung. Pemodelan tersebut menggunakan pendekatan Proxy Means Test (PMT) dan metode machine learning.
Karakteristik wilayah juga diperhitungkan karena kondisi sosial ekonomi setiap kabupaten dan kota tidak sama.
“Modelnya kita bangun di masing-masing kabupaten/kota karena karakteristik masing-masing daerah itu berbeda,” ujar Prof. Setia.
DTSEN terus dimutakhirkan
Pemerintah juga menggunakan berbagai sumber data baru untuk meningkatkan ketepatan pemeringkatan kesejahteraan. Salah satunya adalah Sensus Ekonomi 2026 (SE26) yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi sekaligus kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Setia menegaskan bahwa DTSEN merupakan data dinamis. Perubahan tempat tinggal, kondisi keluarga, pekerjaan, maupun keadaan sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi data yang digunakan dalam pemeringkatan.
Karena itu, masyarakat yang menemukan data tidak sesuai perlu memanfaatkan mekanisme pembaruan yang tersedia melalui pemerintah daerah maupun kanal resmi Kemensos.
Dengan melakukan pengecekan secara berkala, masyarakat dapat mengetahui posisi desil, status kepesertaan bansos, jenis bantuan, serta periode bantuan yang tercatat atas nama mereka. Pengecekan melalui kanal resmi juga penting agar informasi yang diperoleh berasal dari data pemerintah dan bukan dari sumber tidak terpercaya.








