Pengumuman Hasil Seleksi Substansi PPG Calon Guru 2026: Link Cek dan Tahapan Berikutnya
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan hasil seleksi substansi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 2026 mulai Kamis, 27 Agustus 2026. Peserta dapat memeriksa hasil seleksi melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen dan akun SIMPKB yang digunakan saat pendaftaran.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @ppgkemendikdasmen. Peserta diminta memantau laman resmi dan akun SIMPKB secara berkala untuk mengetahui status kelulusan masing-masing.
Sebelumnya, berdasarkan Pengumuman Kemendikdasmen Nomor 0240/B/B/GT.00.02/2026, hasil tes substantif dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Namun, terdapat penyesuaian sehingga pengumuman disampaikan pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Cara Cek Hasil Seleksi Substansi PPG Calon Guru 2026
Peserta yang ingin mengetahui hasil seleksi dapat mengakses sistem secara daring. Berikut langkah yang dapat dilakukan:
- Buka laman resmi SIMPKB PPG melalui https://ppg-prajab.simpkb.id/.
- Masuk menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah terdaftar.
- Setelah berhasil login, buka dashboard utama.
- Informasi mengenai status hasil seleksi substansi akan ditampilkan pada dashboard.
Selain melalui SIMPKB, peserta juga dapat melihat pengumuman melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen di https://ppg.kemendikdasmen.go.id/.
Peserta juga dapat mengakses akun SIMPKB melalui layanan Paspor GTK pada https://paspor-gtk.simpkb.id/casgpo/login?service=https%3A%2F%2Fppg-prajab-backend.simpkb.id%2Fauth%2Flogin.
Apa yang Diujikan dalam Tes Substantif PPG Calon Guru 2026?
Tes substantif merupakan tahap kedua dalam rangkaian seleksi PPG Calon Guru 2026. Ujian tersebut digunakan untuk menilai penguasaan bidang studi sekaligus kemampuan dasar literasi dan numerasi peserta.
Pelaksanaan tes dilakukan secara luring di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah ditentukan. Sistem ujian menggunakan aplikasi Computer Assisted Test (CAT).
Materi ujian terdiri atas tes penguasaan bidang studi serta kemampuan literasi dan numerasi. Pada bagian literasi, peserta menghadapi 15 soal yang menguji kemampuan memahami bacaan, mengolah informasi, menangkap makna tersirat, serta menilai keabsahan suatu teks.
Sementara itu, bagian numerasi terdiri atas 15 soal yang mencakup kemampuan penalaran angka, aljabar, geometri, dan analisis data matematis.
Porsi terbesar terdapat pada tes penguasaan bidang studi dengan 70 soal. Materinya disesuaikan dengan latar belakang ijazah akademik masing-masing pendaftar.
Bagaimana Penentuan Kelulusan Tes Substantif?
Kelulusan peserta ditentukan melalui pengolahan nilai yang kemudian digunakan sebagai dasar pemeringkatan. Status hasil tes substantif dibagi menjadi dua kategori, yakni lulus dan tidak lulus.
Peserta yang dinyatakan lulus adalah mereka yang memperoleh nilai akhir di atas Nilai Batas Kelulusan (NBK) dan secara peringkat masih berada dalam kuota penerimaan sesuai bidang studi serta lokasi keberminatan mengajar.
Sebaliknya, peserta dapat dinyatakan tidak lulus apabila nilai akhirnya berada di bawah NBK. Peserta dengan nilai di atas NBK juga masih dapat dinyatakan tidak lulus apabila peringkatnya tidak masuk dalam kuota penerimaan pada bidang studi dan lokasi keberminatan mengajar yang dipilih.
Jadwal Wawancara PPG Calon Guru 2026
Peserta yang berhasil melewati seleksi substansi harus mengikuti tahap berikutnya berupa wawancara. Berdasarkan Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikdasmen Nomor 0240/B/B/GT.00.02/2026, wawancara dilaksanakan secara daring pada 31 Agustus hingga 16 September 2026.
Wawancara ditujukan untuk menggali kompetensi profesional dan personal calon peserta PPG. Pelaksanaannya menggunakan platform pertemuan virtual.
Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, peserta yang diterima akan menjalani pendidikan PPG selama 2 semester atau 1 tahun.
Kisi-Kisi Kompetensi Wawancara PPG Prajabatan 2026
Mengacu pada pelaksanaan seleksi PPG Prajabatan sebelumnya, wawancara dapat mencakup sejumlah kompetensi yang berkaitan dengan kesiapan seseorang untuk menjadi pendidik.
- Building Collaboration
Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan bekerja sama dengan orang lain yang memiliki latar belakang berbeda. Peserta dapat ditanya mengenai cara menghadapi perbedaan pendapat dalam tim, membangun kerja sama dengan rekan guru, melibatkan orang tua, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif. - Continuous Learning
Bagian ini menilai kemauan calon guru untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan. Pertanyaan dapat berkaitan dengan refleksi terhadap proses mengajar, penerimaan kritik, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta upaya meningkatkan kompetensi setelah memperoleh gelar akademik. - Coaching
Kompetensi coaching berhubungan dengan kemampuan membimbing dan membantu peserta didik berkembang. Peserta dapat menghadapi pertanyaan tentang cara mendampingi siswa yang mengalami kesulitan belajar, kurang percaya diri, kehilangan motivasi, atau membutuhkan dukungan untuk mengembangkan potensi. - Effective Task Management
Kompetensi ini melihat kemampuan peserta dalam mengatur pekerjaan, menentukan skala prioritas, mengelola waktu, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Contoh persoalan yang dapat muncul antara lain cara menangani beberapa tugas sekaligus atau menghadapi kendala teknis dalam proses pembelajaran. - Ethical Maturity
Kematangan etika berkaitan dengan sikap dan tindakan calon guru ketika menghadapi persoalan yang menyangkut nilai moral, aturan, serta etika profesi. Pertanyaan dapat membahas integritas dalam penilaian siswa, pemberian hadiah, konflik kepentingan, kerahasiaan informasi, maupun penerapan nilai Pancasila dalam lingkungan sekolah. - Mission Purpose
Kompetensi ini berkaitan dengan alasan, tujuan, dan keteguhan peserta dalam memilih profesi pendidik. Peserta dapat ditanya mengenai motivasi menjadi guru, kontribusi yang ingin diberikan kepada siswa, cara menghadapi tantangan pendidikan, serta tujuan jangka panjang sebagai pendidik. - Resilience
Resilience menilai kemampuan calon guru untuk tetap berusaha ketika menghadapi kegagalan, tekanan, atau hambatan. Pertanyaan dapat berkaitan dengan cara menghadapi siswa yang sulit, kegagalan dalam pembelajaran, kritik, keterbatasan fasilitas, maupun beban pekerjaan yang tinggi. - Motivational Fit
Kompetensi ini menilai kesesuaian motivasi peserta dengan tanggung jawab profesi guru. Pertanyaan dapat menyentuh kesiapan menerima konsekuensi pekerjaan, kesediaan ditempatkan di daerah dengan fasilitas terbatas, komitmen meningkatkan kemampuan, serta alasan mempertahankan pilihan menjadi guru.
Contoh Pertanyaan Wawancara PPG Calon Guru 2026
Building Collaboration
Bagaimana Anda menyikapi perbedaan pendapat dengan rekan guru ketika menyusun metode pembelajaran?
Saya akan mengajak rekan tersebut membahas tujuan pembelajaran terlebih dahulu. Perbedaan pandangan dapat dijadikan bahan untuk menemukan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan siswa.
Apa yang Anda lakukan ketika ada anggota tim yang enggan bekerja sama?
Saya akan berbicara secara pribadi untuk memahami kendalanya dan mencari pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Continuous Learning
Apa yang Anda lakukan ketika metode mengajar yang digunakan tidak dipahami siswa?
Saya akan mengevaluasi bagian yang tidak efektif, mencari pendekatan lain, kemudian menerapkannya pada pertemuan berikutnya.
Bagaimana Anda meningkatkan kemampuan sebagai calon guru?
Saya akan mengikuti pelatihan, membaca sumber pendidikan, memanfaatkan teknologi pembelajaran, serta meminta masukan dari rekan yang lebih berpengalaman.
Coaching
Bagaimana cara membantu siswa yang mengalami penurunan prestasi?
Saya akan berbicara secara personal dengan siswa untuk mengetahui kendalanya. Setelah itu, saya membantu menyusun target belajar dan memantau perkembangannya.
Apa yang dilakukan jika siswa tidak memenuhi target yang telah disepakati?
Saya akan mengajak siswa melakukan evaluasi tanpa menghakimi, mencari hambatan yang dihadapi, kemudian menyusun langkah berikutnya yang lebih realistis.
Effective Task Management
Bagaimana menentukan prioritas ketika banyak pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu bersamaan?
Saya menyusun daftar pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingan dan batas waktu. Tugas yang paling mendesak dan memiliki dampak besar akan diselesaikan terlebih dahulu.
Bagaimana menghadapi perubahan rencana pembelajaran akibat kendala teknis?
Saya tetap tenang dan menggunakan rencana cadangan agar kegiatan pembelajaran dapat tetap berlangsung.
Ethical Maturity
Apa yang dilakukan ketika melihat kecurangan dalam ujian?
Saya akan menegur secara santun dan mengikuti prosedur yang berlaku. Apabila diperlukan, persoalan tersebut disampaikan kepada pihak yang berwenang sesuai aturan.
Bagaimana sikap ketika orang tua memberikan hadiah agar anaknya mendapat nilai tinggi?
Saya akan menolak pemberian tersebut secara sopan dan menjelaskan bahwa penilaian harus dilakukan berdasarkan kemampuan siswa secara objektif.
Mission Purpose
Mengapa Anda ingin menjadi guru?
Saya ingin berkontribusi dalam pendidikan dan membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan serta karakter mereka.
Bagaimana mempertahankan semangat ketika menghadapi tantangan di sekolah?
Saya akan kembali mengingat tujuan utama menjadi pendidik dan fokus pada dampak positif yang dapat diberikan kepada siswa.
Resilience
Apa yang dilakukan ketika hasil belajar siswa tidak mencapai target?
Saya akan menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi, mencari penyebabnya, kemudian memperbaiki strategi pembelajaran.
Bagaimana menghadapi kritik mengenai cara mengajar?
Saya akan mendengarkan kritik dengan terbuka dan mengambil bagian yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan.
Motivational Fit
Apa yang Anda lakukan jika harus mengajar di daerah dengan fasilitas terbatas?
Saya siap menyesuaikan diri dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk tetap menciptakan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Mengapa Anda tetap memilih profesi guru meskipun memiliki kesempatan bekerja di bidang lain?
Saya memilih profesi tersebut karena memiliki ketertarikan dan komitmen terhadap dunia pendidikan serta ingin memberikan dampak positif bagi peserta didik.
Perkuliahan PPG Calon Guru 2026
Peserta yang berhasil melewati seluruh proses seleksi akan mengikuti pendidikan selama 2 semester atau 1 tahun. Total beban studi yang harus ditempuh mencapai 38 SKS.
Beban tersebut terdiri atas 32 SKS mata kuliah inti, 4 SKS mata kuliah selektif, dan 2 SKS mata kuliah elektif. Kegiatan pendidikan mencakup pendalaman teori, lokakarya, Praktik Pengalaman Lapangan, serta proyek kepemimpinan.
Peserta yang menyelesaikan program berhak memperoleh sertifikat pendidik resmi dari kementerian.
Sertifikat pendidik tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan profesi guru, termasuk dalam mengikuti rekrutmen guru pada instansi pendidikan.
Catatan tentang Contoh Soal Wawancara
Contoh pertanyaan dan jawaban wawancara di atas hanya dapat digunakan sebagai bahan latihan. Soal yang benar-benar digunakan dalam seleksi tidak dipublikasikan dan menjadi kewenangan Kemendikdasmen.
Peserta sebaiknya memahami pengalaman pribadi, alasan memilih profesi guru, kemampuan mengelola masalah, serta kesiapan menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik. Dengan demikian, jawaban ketika wawancara dapat disampaikan secara jujur dan sesuai pengalaman masing-masing.









