Syarat Pengajuan KUR BRI September 2026 Berikut Info Terbarunya!
Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI masih menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal untuk menjalankan maupun mengembangkan bisnis. Program ini menyediakan pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja dan investasi dengan plafon yang disesuaikan berdasarkan jenis KUR.
Pada 2026, BRI mendapatkan alokasi KUR sebesar Rp180 triliun. Hingga akhir Mei 2026, penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87 persen dari total alokasi tersebut. Sebagian besar pembiayaan diarahkan kepada sektor produktif, dengan pertanian menjadi salah satu sektor penerima terbesar.
Bagi calon debitur yang berencana mengajukan pembiayaan pada September 2026, memahami Syarat Pengajuan KUR BRI September 2026 Berikut Info Terbarunya! menjadi langkah penting sebelum mengajukan pinjaman.
Jenis KUR BRI 2026
KUR BRI tersedia dalam beberapa kategori dengan batas pembiayaan yang berbeda.
Secara umum, jenis KUR yang tersedia meliputi:
- KUR Super Mikro, dengan plafon hingga Rp10 juta.
- KUR Mikro, dengan plafon lebih dari Rp10 juta sampai Rp100 juta.
- KUR Kecil, dengan plafon lebih dari Rp100 juta hingga Rp500 juta.
Pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan Kredit Modal Kerja (KMK) maupun Kredit Investasi (KI). KUR Kecil memiliki tenor hingga empat tahun untuk modal kerja dan hingga lima tahun untuk investasi.
Syarat Pengajuan KUR BRI September 2026
Pelaku UMKM yang ingin mendapatkan KUR BRI perlu memenuhi sejumlah ketentuan.
Persyaratan yang tercantum dalam informasi KUR BRI 2026 antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah sesuai ketentuan skema yang diajukan.
- Memiliki usaha yang produktif dan layak.
- Usaha telah berjalan sekurang-kurangnya enam bulan.
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain.
- Memiliki dokumen identitas seperti e-KTP dan Kartu Keluarga (KK).
- Memiliki legalitas usaha seperti NIB, IUMK, atau Surat Keterangan Usaha (SKU).
- Memiliki riwayat kredit yang memenuhi ketentuan bank.
- NPWP diperlukan untuk pengajuan dengan nilai tertentu, termasuk pinjaman di atas Rp50 juta sesuai ketentuan yang berlaku.
- Bersedia memenuhi ketentuan agunan apabila diwajibkan berdasarkan jenis dan plafon pinjaman.
Untuk KUR Mikro, calon debitur pada dasarnya merupakan individu yang menjalankan usaha produktif dan layak serta telah aktif menjalankan usaha minimal enam bulan. Kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan kartu kredit menjadi pengecualian dari ketentuan kredit perbankan sesuai persyaratan yang berlaku.
Sementara itu, KUR Kecil diperuntukkan bagi usaha produktif dan layak yang membutuhkan pembiayaan lebih besar. Pemohon perlu memiliki izin usaha yang dapat dibuktikan melalui IUMK atau dokumen legalitas lain yang dipersamakan.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Sebelum mengajukan KUR BRI, calon debitur sebaiknya menyiapkan dokumen yang dibutuhkan agar proses verifikasi lebih mudah.
Dokumen tersebut dapat mencakup:
- e-KTP.
- Kartu Keluarga.
- NIB, IUMK, SKU, atau dokumen legalitas usaha lainnya.
- NPWP untuk pengajuan yang memenuhi ketentuan.
- Buku tabungan BRI apabila dipersyaratkan.
- Dokumen pendukung usaha sesuai permintaan bank.
BRI juga dapat meminta dokumen tambahan berdasarkan hasil analisis kelayakan kredit dan profil calon debitur.
Bunga KUR BRI 2026
Suku bunga KUR BRI dalam informasi 2026 berada mulai dari 6 persen efektif per tahun. Penerapan bunga dapat menyesuaikan jenis KUR serta ketentuan yang berlaku bagi debitur.
Pada skema tertentu, terdapat perbedaan bunga berdasarkan urutan pengajuan atau pinjaman. Karena itu, calon debitur sebaiknya memastikan besaran bunga yang berlaku ketika mengajukan pinjaman pada September 2026.
Simulasi Angsuran KUR BRI
Sebagai gambaran, berikut simulasi angsuran untuk pinjaman Rp40 juta dengan asumsi bunga 6 persen efektif per tahun:
| Tenor | Angsuran per Bulan |
|---|---|
| 12 bulan | Rp3.461.070 |
| 18 bulan | Rp2.347.399 |
| 24 bulan | Rp1.790.903 |
| 36 bulan | Rp1.235.084 |
| 48 bulan | Rp957.850 |
| 60 bulan | Rp792.048 |
Angka tersebut merupakan simulasi sehingga besaran angsuran yang diterima calon debitur dapat berbeda. Bank tetap melakukan analisis terhadap profil pemohon, kondisi usaha, plafon, tenor, serta ketentuan pembiayaan yang berlaku.
Plafon KUR BRI hingga Rp500 Juta
KUR BRI menyediakan pembiayaan dengan plafon hingga Rp500 juta, terutama melalui KUR Kecil. Besarnya plafon memungkinkan pelaku usaha menggunakan pembiayaan untuk berbagai kebutuhan produktif, seperti menambah persediaan, membeli peralatan, meningkatkan kapasitas produksi, hingga mengembangkan distribusi usaha.
Meski tersedia plafon besar, calon debitur sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan jumlah dana yang bisa diperoleh. Kemampuan usaha dalam membayar cicilan juga perlu dihitung sejak awal agar pembiayaan tidak mengganggu arus kas bisnis.
Cara Mengajukan KUR BRI September 2026
Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan melalui jalur daring maupun langsung melalui kantor BRI. Berikut gambaran prosesnya.
Pengajuan KUR BRI Secara Online
Calon debitur dapat melakukan pengajuan melalui kanal KUR BRI dengan tahapan umum sebagai berikut:
- Akses laman resmi KUR BRI.
- Pilih menu pengajuan pinjaman.
- Daftar akun jika belum memiliki akun atau login menggunakan email yang telah terdaftar.
- Lengkapi data pribadi dan informasi usaha.
- Unggah dokumen yang diminta.
- Tentukan jenis KUR, jumlah pinjaman, dan tenor.
- Gunakan fitur Hitung Angsuran untuk mengetahui perkiraan cicilan.
- Kirim pengajuan.
- Tunggu proses verifikasi dan analisis dari pihak BRI.
- Ikuti survei usaha apabila dinyatakan lolos tahap awal.
Pemohon yang mendapatkan persetujuan tetap perlu mengikuti proses lanjutan yang ditetapkan BRI, termasuk penandatanganan dokumen dan pencairan dana.
Pengajuan KUR BRI Secara Offline
Pengajuan juga dapat dilakukan dengan mendatangi kantor BRI.
Calon debitur dapat mengikuti tahapan berikut:
- Siapkan seluruh dokumen persyaratan.
- Datangi kantor BRI.
- Sampaikan ke petugas bahwa ingin mengajukan KUR.
- Isi formulir pengajuan.
- Serahkan dokumen yang diperlukan.
- Ikuti proses wawancara dan verifikasi.
- Tunggu survei usaha serta analisis kelayakan.
- Jika disetujui, ikuti prosedur pencairan dana.
Pengajuan secara langsung juga memungkinkan calon debitur berkonsultasi mengenai jenis KUR, plafon, tenor, serta perkiraan cicilan yang sesuai dengan kondisi usaha.
Perhatikan Ketentuan Agunan
Ketentuan mengenai agunan perlu diperhatikan karena tidak seluruh pembiayaan KUR memiliki persyaratan yang sama. Pada pembiayaan hingga batas tertentu, skema KUR tidak mensyaratkan agunan tambahan, sedangkan pembiayaan dengan plafon lebih besar dapat mengikuti ketentuan agunan dari bank.
Karena kebijakan dapat berbeda berdasarkan jenis dan jumlah pinjaman, calon debitur sebaiknya memastikan ketentuan tersebut langsung kepada petugas BRI ketika melakukan pengajuan.
Tips Sebelum Mengajukan KUR BRI
Pelaku UMKM sebaiknya melakukan beberapa persiapan sebelum mengajukan pinjaman. Pastikan usaha telah memenuhi masa operasional yang dipersyaratkan dan dokumen legalitasnya tersedia.
Selain itu, pencatatan omzet, pengeluaran, keuntungan, serta arus kas usaha perlu dibuat dengan baik. Data tersebut dapat membantu calon debitur mengetahui kemampuan pembayaran sekaligus mempersiapkan informasi yang diperlukan saat proses analisis.
Pemohon juga perlu menghindari pengajuan melalui pihak yang tidak resmi. Jangan memberikan uang atau data pribadi kepada pihak yang mengaku dapat menjamin pencairan KUR BRI.
Kesimpulan
Syarat Pengajuan KUR BRI September 2026 Berikut Info Terbarunya! pada dasarnya mencakup kepemilikan usaha produktif dan layak, usaha yang telah berjalan minimal enam bulan, dokumen identitas, legalitas usaha, serta riwayat kredit yang memenuhi ketentuan.
KUR BRI menyediakan beberapa pilihan pembiayaan dengan plafon hingga Rp500 juta dan tenor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha. Sebelum mengajukan, calon debitur sebaiknya menghitung kemampuan membayar cicilan dan memastikan seluruh persyaratan yang berlaku pada September 2026 telah terpenuhi.









