OMI Kemenag 2026: Jadwal, Syarat, Bidang Lomba, dan Cara Pendaftaran
Kementerian Agama (Kemenag) kembali menyelenggarakan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) pada 2026 sebagai kompetisi nasional yang mempertemukan siswa madrasah dalam bidang sains dan riset. Pelaksanaannya dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari tingkat satuan pendidikan hingga nasional untuk kategori sains, sedangkan kategori riset memiliki rangkaian khusus yang diawali pengajuan proposal.
OMI merupakan penggabungan dari dua ajang sebelumnya, yakni Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES). Kompetisi ini dapat diikuti siswa jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA/SMK sesuai ketentuan masing-masing bidang.
Jadwal OMI Kemenag 2026
Rangkaian OMI 2026 berlangsung mulai Agustus hingga November 2026. Jadwalnya dibedakan antara bidang sains dan riset.
Bidang Sains
- Sosialisasi: 21 Agustus 2026
- OMI tingkat satuan pendidikan: 22–26 Agustus 2026
- Pendaftaran tingkat kabupaten/kota: 27 Agustus–2 September 2026
- Uji coba tingkat kabupaten/kota: 4–5 September 2026
- Pelaksanaan tingkat kabupaten/kota: 7–8 September 2026
- Pengumuman tingkat kabupaten/kota: 12 September 2026
- Uji coba tingkat provinsi: 1–2 Oktober 2026
- Pelaksanaan tingkat provinsi: 5–6 Oktober 2026
- Pengumuman tingkat provinsi: 10 Oktober 2026
- Kedatangan dan registrasi peserta nasional: 8 November 2026
- Technical meeting dan pembukaan: 9 November 2026
- Pelaksanaan tingkat nasional: 10–11 November 2026
- Pengumuman dan penutupan: 12 November 2026
Bidang Riset
- Sosialisasi: 21 Agustus 2026
- Pendaftaran dan unggah proposal: 22 Agustus–2 September 2026
- Pengumuman penilaian proposal: 7 September 2026
- Presentasi proposal riset: 9–11 September 2026
- Pembimbingan dan pelaksanaan riset: 12 September–20 Oktober 2026
- Presentasi hasil riset: 21–23 Oktober 2026
- Pengumuman penilaian presentasi riset: 27 Oktober 2026
- Pengumpulan hasil riset dan draf artikel: 29–31 Oktober 2026
- Final presentasi dan expo: 10–12 November 2026
Syarat Peserta OMI Kemenag 2026
Ketentuan peserta disesuaikan dengan bidang yang dipilih. Peserta harus memenuhi persyaratan administrasi dan jenjang pendidikan yang telah ditentukan.
Syarat Bidang Sains
Peserta bidang sains harus memenuhi ketentuan berikut:
- Berkewarganegaraan Indonesia.
- Terdaftar sebagai siswa di madrasah/sekolah dan memiliki NISN aktif.
- Berstatus siswa kelas V atau VI, kelas VII, VIII atau IX, serta kelas X, XI atau XII Tahun Pelajaran 2026/2027.
- Hanya boleh mengikuti satu bidang kompetisi.
- Peserta yang tidak memenuhi ketentuan akan didiskualifikasi secara otomatis oleh sistem OMI.
Syarat Bidang Riset
Peserta bidang riset wajib memenuhi ketentuan berikut:
- Warga Negara Indonesia.
- Siswa MTs kelas VII dan VIII atau MA kelas X dan XI Tahun Ajaran 2026/2027.
- Belum pernah menjadi juara I OMI 2025 maupun tahun sebelumnya pada bidang dan jenjang yang sama.
- Menyertakan surat pernyataan bahwa karya merupakan karya asli, belum pernah atau sedang tidak
- mengikuti kompetisi riset lain, serta belum pernah atau sedang tidak dalam proses penerbitan.
- Menyertakan Surat Pengantar Kepala Madrasah.
- Mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah seluruh dokumen yang dipersyaratkan.
- Peserta yang tidak memenuhi persyaratan dinyatakan gugur.
- Plagiasi dapat menyebabkan madrasah asal peserta tidak diperbolehkan mengikuti OMI selama tiga tahun berturut-turut.
- Kompetisi dapat diikuti secara individu atau kelompok dengan jumlah maksimal tiga siswa dari madrasah yang sama.
- Peserta individu hanya dapat mengirim satu judul proposal dan memilih satu ruang lingkup penelitian.
- Setiap madrasah dapat mengirim maksimal lima proposal untuk setiap ruang lingkup.
- Peserta didampingi pembimbing dari madrasah asal.
- Satu judul riset dapat memiliki maksimal dua pembimbing.
- Pembimbing berperan sebagai mentor dan konsultan, bukan pihak yang mendikte, memaksa, atau mengintervensi penelitian siswa.
Bidang Lomba OMI Kemenag 2026
OMI 2026 memiliki dua kategori utama, yaitu sains dan riset.
Untuk bidang sains, mata pelajaran yang diperlombakan dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan.
MI/SD/Sederajat
- Matematika Terintegrasi
- IPAS Terintegrasi
MTs/SMP/Sederajat
- Matematika Terintegrasi
- IPA Terintegrasi
- IPS Terintegrasi
MA/SMA/Sederajat
- Matematika Terintegrasi
- Biologi Terintegrasi
- Fisika Terintegrasi
- Kimia Terintegrasi
- Ekonomi Terintegrasi
- Geografi Terintegrasi
Sementara itu, bidang riset diperuntukkan bagi siswa MTs dan MA. Peserta dapat memilih salah satu dari tiga ruang lingkup penelitian, yaitu:
- Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan
- Sustainable Development Goals (SDGs)
- Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional
Cara Daftar OMI Kemenag 2026
Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi OMI Kemenag. Operator madrasah perlu menyiapkan data peserta serta dokumen pendukung sebelum melakukan penginputan.
Tahapan pendaftarannya sebagai berikut:
- Buka portal resmi OMI Kemenag melalui omi.kemenag.go.id.
- Login menggunakan akun yang tersedia. Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengisi nama lengkap, email, kata sandi, nama sekolah, provinsi, dan kabupaten/kota.
- Pilih menu Peserta pada bagian Kompetisi.
- Klik Daftarkan Peserta.
- Isi data tahap pertama berupa NIK, tempat lahir, tingkat sekolah, dan prestasi jika ada.
- Masukkan NISN, tanggal lahir, kelas, serta nomor telepon jika tersedia.
- Lengkapi nama peserta, jenis kelamin, mata pelajaran yang dipilih, dan email jika ada.
- Klik Selanjutnya.
- Unggah pasfoto siswa dengan ukuran 3×2.
- Daftarkan kartu identitas siswa.
- Klik Selanjutnya.
- Periksa seluruh data yang sudah dimasukkan.
- Pilih Kirim Pendaftaran.
- Data peserta yang berhasil didaftarkan akan muncul pada halaman Peserta.
Operator juga perlu memastikan data identitas siswa sesuai dokumen resmi, terutama nama, NIK, NISN, tempat dan tanggal lahir, jenjang, kelas, serta bidang studi yang dipilih.
Tahapan OMI Bidang Sains
Kompetisi sains dilaksanakan secara berjenjang dari satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
OMI Tingkat Satuan Pendidikan
Tahap awal diikuti siswa dari satuan pendidikan masing-masing. Sekolah atau madrasah memilih tiga siswa terbaik pada setiap bidang studi melalui seleksi khusus atau berdasarkan prestasi akademik.
Biaya seleksi dapat menggunakan anggaran BOS atau sumber pembiayaan lain yang sah.
OMI Tingkat Kabupaten/Kota
Peserta berasal dari tiga siswa terbaik setiap satuan pendidikan untuk masing-masing bidang studi. Pendaftaran menggunakan aplikasi yang disediakan Komite OMI Nasional.
Pelaksanaan dilakukan serentak secara daring berbasis komputer pada titik lokasi yang ditetapkan Komite OMI Kabupaten/Kota. Penilaian dilakukan tim juri yang ditetapkan Komite OMI Nasional berdasarkan nilai tes.
Peserta yang terbukti melanggar tata tertib atau tidak menjaga integritas dapat digugurkan. Hasil seleksi kemudian diumumkan melalui portal resmi OMI.
OMI Tingkat Provinsi
Peserta merupakan tiga siswa terbaik dari hasil seleksi tingkat kabupaten/kota untuk setiap bidang studi.
Pelaksanaan berlangsung secara serentak berbasis komputer di titik lokasi yang ditetapkan Komite OMI Provinsi. Penilaian dilakukan tim juri yang ditetapkan Komite OMI Nasional.
Peserta yang melanggar ketentuan atau tidak berintegritas dapat dinyatakan gugur. Hasil seleksi dipublikasikan melalui portal resmi OMI.
OMI Tingkat Nasional
Tahap nasional diikuti satu peserta terbaik dari setiap provinsi serta 10 peserta terbaik nasional untuk setiap bidang studi.
Pelaksanaan dilakukan secara nasional menggunakan sistem yang disiapkan dan dikendalikan Komite OMI Nasional dengan kegiatan berbasis daring di tempat, eksplorasi, dan eksperimen. Lokasi OMI Nasional ditetapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Penilaian dilakukan tim juri yang ditunjuk Komite OMI Nasional. Peserta yang terbukti melanggar tata tertib atau tidak menjaga integritas dapat digugurkan.
Tahapan OMI Bidang Riset
Berbeda dengan kategori sains, peserta bidang riset mengikuti proses penelitian sejak tahap proposal hingga final.
Beberapa ketentuan utama yang perlu diperhatikan adalah:
- Proposal harus merupakan karya asli siswa.
- Peserta individu maupun kelompok hanya dapat mengirim satu proposal dari satu ruang lingkup penelitian.
- Satu kelompok maksimal terdiri dari tiga siswa.
- Proposal harus dikirim melalui tautan yang ditentukan panitia sebelum batas waktu berakhir.
- Setiap madrasah maksimal mengirim lima proposal untuk setiap ruang lingkup.
- Proposal harus dilengkapi pernyataan bahwa karya belum pernah dan tidak sedang diikutkan dalam kompetisi riset lain serta belum pernah atau tidak sedang dalam proses penerbitan.
- Proposal yang tidak memenuhi ketentuan dinyatakan gugur.
- Proposal yang terbukti merupakan hasil plagiasi dapat menyebabkan madrasah asal peserta dikenai larangan mengikuti OMI Riset selama tiga tahun berturut-turut.
Persiapan OMI 2026 di Barito Selatan
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan melalui Seksi Pendidikan Islam juga mempersiapkan pelaksanaan OMI 2026 tingkat kabupaten. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah penentuan titik lokasi seleksi yang berlangsung pada 7–8 September 2026.
Pembahasan dilakukan dalam rapat internal yang dipimpin Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Barito Selatan, Zakirurahman, bersama Operator dan Help Desk OMI Kabupaten Barito Selatan, yakni Yusuf Ramadhani Habibie, Retno Srikandi, dan Yulia Fitriani, pada 2 September 2026.
Penentuan titik lokasi menjadi penting karena seleksi tingkat kabupaten/kota berlangsung secara serentak. Lokasi yang dipilih harus memiliki perangkat komputer, jaringan internet, serta infrastruktur digital yang memadai.
Zakirurahman meminta penetapan lokasi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas.
“Penentuan titik lokasi harus benar-benar memperhatikan kesiapan sarana dan prasarana, terutama perangkat komputer dan jaringan internet. Kita ingin memastikan pelaksanaan seleksi berjalan lancar sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan nyaman dan maksimal,” ujarnya.
Hingga awal September 2026, tercatat 112 siswa dari jenjang MI, MTs, dan MA telah terdaftar sebagai peserta OMI tingkat Kabupaten Barito Selatan.
Sebelum seleksi utama, peserta akan mengikuti uji coba atau simulasi pada 4–5 September 2026. Kegiatan tersebut digunakan untuk mengecek kesiapan server, jaringan, dan perangkat komputer.
Pelaksanaan OMI 2026 diharapkan dapat berlangsung sesuai jadwal sekaligus menjadi ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan prestasi melalui kompetisi sains maupun riset.









